detikcom
Rabu, 13/06/2012 18:40 WIB

Miliaran Rupiah Dana Investor Mengalir ke Rekening Pendiri PT Gradasi

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Miliaran rupiah dana investor PT Gradasi Anak Negeri (GAN) telah raib dari rekening Ilham, sang direktur utama. Uang tersebut rupanya mengalir ke Arman, pendiri PT GAN, yang kini buron.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, selain ke Arman, uang tersebut juga mengalir ke Sasongko yang merupakan pencari nasabah.

"Aliran dana itu ke orang dua itu, Arman dan Sasongko," kata Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/6/2012).

Temuan tersebut didapat petugas setelah memeriksa 4 rekening Dirut PT GAN bernama Ilham. Dari hasil pengecekan itu, saldo di rekening yang digunakan untuk menampung nasabah itu hanya tersisa Rp 4 juta.

"Kemudian dananya ditarik secara tunai dan diserahkan ke Arman dan Sasongko," katanya.

Penyidik akan menelusuri keberadaan Sasongko dan Arman uang kini buron. Sementara polisi juga akan melacak rekening keduanya itu.

"Rekening Sasongko dan Arman belum bisa dilacak. Karena kebanyakan yang diberikan ke mereka itu cash," jelasnya.

(mei/fdn)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close