detikcom
Rabu, 13/06/2012 18:00 WIB

Cerita KPK Saat Buntuti Neneng dari Bandara

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Jadi buron sejak Agustus silam, Neneng Sri Wahyuni ditangkap KPK di rumahnya pada hari ini. Begitu mendarat di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng siang tadi, istri M Nazaruddin itu langsung dibuntuti diam-diam oleh KPK.

Tim KPK mendapat informasi Neneng akan melakukan penerbangan dari Malaysia ke Jakarta pada Rabu (16/6/2012). Dia mendarat pukul 11.30. WIB.

Nah ketika dia mendarat, KPK tidak langsung menangkap yang bersangkutan. "KPK mengikuti dia dari Bandara," tutur Jubir KPK Johan Budi di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel.

Nah ketika dibuntuti, ternyata mobil Neneng mengarah ke rumahnya di kawasan Pejaten. Rumah itu merupakan rumah keluarga Nazaruddin dan Neneng.

"Ternyata menuju ke rumah di Pejaten," ujar Johan.

Nah di situ, KPK memutuskan untuk menangkap Neneng. Pertimbangannya, jika ditunggu lebih lama lagi, target dapat lepas.

"Sebelum sampai sempat kehilangan jejak, lalu akhirnya ditangkap di rumahnya di kawasan Pejaten sekitar pukul 15.30 WIB," ujar Johan.


(fjr/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel