Rabu, 13/06/2012 16:46 WIB
Kisah Neneng Sebelum Akhirnya Menyerah
Keberadaan Neneng beberapa waktu lalu misterius. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kala itu, Busyro Muqqodas, pada Agustus 2011 mengatakan Neneng pernah bersama-sama dengan Nazaruddin, Nazir Rahmat, dan Eng Kian Lim Garret di Kolombia. Namun mereka akhirnya berpisah jalan, karena Neneng pergi meninggalkan Kolombia terlebih dahulu bersama Garret yang berkewarganegaraan Singapura.
"Neneng dan Garret meninggalkan Kolombia 25 juli 2011. Sedangkan Nazir dan Nazaruddin 7 Agustus pada saat ditangkap hendak meninggalkan Bogota ke Malaysia," tutur Busyro.
Kemudian keberadaan Neneng tidak diketahui pasti. Maret lalu Neneng sempat terendus berada di Thailand. Namun kepolisian enggan menyebut pasti lokasi Neneng karena takut yang bersangkutan akan kabur.
Tak lama, mencuat kabar Neneng diketahui berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Neneng tinggal di sebuah perumahan. Dia pun sudah diakui dan membaur dengan warga sekitar. Bahkan, Neneng sudah memiliki kartu identitas Malaysia.
Menurut Jubir KPK Johan Budi SP pada Mei 2011 Neneng diketahui berada di Singapura. Namun dia menolak menjelaskan lebih rinci mengenai keberadan Neneng tersebut. Sedangkan Nazaruddin, sang suami, pada April lalu mengatakan dirinya tidak tahu keberadaan istrinya.
Interpol pun digandeng untuk menangkap Neneng. Namun keberadaan Neneng yang sejak pertengahan 2011 lalu meninggalkan Indonesia belum disampaikan dengan pasti. Menurut Busyro Interpol pernah menginformasikan keberadaan Neneng, di mana dari laporan Imigrasi belum ada kabar kepergian Neneng keluar dari Malaysia.
Atase Polri di KBRI Malaysia, Kombes Pol Benny Iskandar, saat dihubungi detikcom, Kamis (3/5/2012) malam menyebut memegang data tentang Neneng masuk ke Malaysia, sekitar tahun 2011. Menurut data, Neneng masuk dari Singapura ke Malaysia melalui Johor Bahru. Tapi setelah itu, tidak ada data lagi kapan keluarnya.
Meski diketahui Neneng sempat terdata memasuki Malaysia tahun lalu, namun Benny mengatakan berdasarkan keterangan pihak imigrasi Malaysia tidak terdapat data perjalanan keluar dari Malaysia atas nama Neneng.
Hal itu kata dia, bisa disebabkan karena yang bersangkutan telah berganti kewarganegaraan, ataupun faktor geografis Malaysia yang berbatasan dengan Thailand di sebelah utara Semenanjung, dan Brunei Darussalam dan Filipina di Malaysia Timur.
Pada akhir April, pimpinan KPK menerima surat dari pengacara Nazaruddin. Surat itu isinya tentang koordinasi berkaitan dengan pemulang Neneng.
Pengacara Nazaruddin, Elza Syarief, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (2/5/2012) mengamini bahwa Neneng sudah berkirim surat dan melakukan kontak dengan KPK. Elza menjelaskan Neneng akan memenuhi proses hukum bila tidak ditangkap dan ditahan. Neneng saat itu minta dijemput kendati Elza mengaku tidak tahu di mana posisi Neneng.
Kuasa hukum Nazaruddin lainnya, Rufinus Hutahuruk, pada 2 Mei lalu menyebut Neneng berniat pulang ke Indonesia. Dia membenarkan Neneng mengajukan syarat untuk menjadi tahanan rumah kepada KPK.
Menurut pengacara Neneng, Junimart Girsang, Neneng menyerahkan diri dan bukan ditangkapoleh KPK. Menurut Junimart, Neneng kini berada di kediamannya di Pejaten, Jakarta Selatan. Setelah itu Neneng akan diserahkan pada KPK.
Sebelumnya, KPK menyebut pihaknya telah mengamankan Neneng sejak di Bandara Soekarno-Hatta. Disebut-sebut dia baru mendarat dari Kuala Lumpur, Malaysia.
Neneng merupakan tersangka kasus PLTS di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Pada tahun 2008 itu Neneng diduga berperan sebagai perantara atau broker proyek.
Proyek PLTS senilai Rp 8,9 miliar tersebut dimenangkan oleh PT Alfindo yang kemudian disubkontrak kepada beberapa perusahaan lain. KPK menemukan kerugian keuangan negara sebanyak Rp 3,8 miliar dalam proyek tersebut. Ditengarai ada juga keterlibatan PT Anugrah dalam proyek ini.
(vit/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 08:51 WIB
Menolak KJS, 50 Dokter Indonesia Bersatu Demo di Bundaran HI
-
Senin, 20/05/2013 08:43 WIB
Rumah Luthfi Hasan di Batu Ampar Masih Sisakan Utang?
-
Senin, 20/05/2013 08:35 WIB
Bambang Soesatyo Keberatan BK DPR Sebut Kalangan Pengusaha Kerap Bolos
-
Senin, 20/05/2013 08:33 WIB
Pengacara Akan Tanya Luthfi di Guntur Soal Arti Fushtun dan Jawi Syarkiyah
-
Senin, 20/05/2013 08:21 WIB
Mobil Pajero Sport Milik Luthfi yang Disita KPK Pakai Nopol Palsu?
-
Senin, 20/05/2013 07:21 WIB
Kisah Luthfi Hasan di Tukang Cukur
-
Senin, 20/05/2013 07:41 WIB
Jimat Aneh Raja Klewang
-
Senin, 20/05/2013 08:17 WIB
Mobil Pajero Sport Milik Luthfi yang Disita KPK Pakai Nopol Palsu?
-
Senin, 20/05/2013 07:59 WIB
Luthfi Pakai Nama Ahmad Zaki untuk Rumah di Pasar Minggu
-
Senin, 20/05/2013 07:05 WIB
Rumah Luthfi Hasan Resmi Disegel KPK
-
Senin, 20/05/2013 08:27 WIB
Pengacara Akan Tanya Luthfi di Guntur Soal Arti Fushtun dan Jawi Syarkiyah
-
Senin, 20/05/2013 06:57 WIB
Aiptu Labora Bekerja Sendiri, Tidak Ada Bekingan Dari Atasan
-
Senin, 20/05/2013 08:15 WIB
Usut Kasus Labora, Polisi Diminta Berani Tangani Rekening Gendut Jenderal
-
348 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
-
211 Komentar
-
209 Komentar
-
208 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 00:22 WIB
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
-
Minggu, 19/05/2013 22:36 WIB
Ini Dia Titik Genangan Air di Jakarta
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.

