detikcom
Rabu, 13/06/2012 15:25 WIB

Wa Ode Nurhayati, dari Bayar Karaoke Hingga Beli Tas Gucci

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Beragam cara dilakukan terdakwa Wa Ode Nurhayati untuk bisa menyamarkan dugaan hasil korupsinya. Salah satunya, Wa Ode belanja barang-barang mewah dan membayar acara karaoke di Inul Vizta.

Di dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa secara bergantian, dijelaskan secara rinci ke mana saja Wa Ode mencoba mengalihkan uang yang diduga hasil korupsi. Total ada Rp 50,5 miliar yang ada di rekening Wa Ode.

"Dalam kurun waktu 8 Oktober 2010 sampai 30 September 2011 melakukan beberapa kali transaksi uang masuk sehingga seluruhnya Rp 50.595.979.593. Yang mana seluruh uang tersebut patut diduga sebagai hasil korupsi," ujar jaksa I Kadek Wiradana di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (13/6/2012).

I Kadek menjelaskan, Wa Ode membelanjakan uang Rp 808,1 juta melalui fasilitas kartu debit Bank Mandiri. Transaksi itu terjadi sejak bulan Oktober 2010 hingga 30 September 2011.

Politikus PAN ini pernah berbelanja di Sarinah hingga mencapai Rp 83 juta. Ia juga pernah menghabiskan uang di Carrefour Rp 42 juta, New Chandra Rp 121 juta, Sogo Departemen Store Rp 4,3 juta, Hero Supermarket Rp 4,2 juta, The Gift Rp 14 juta, Metro Pacific Palace Rp 4 juta dan Longchamp Rp 9,2 juta.

"Pembelian tas merk Gucci sebesar Rp 20,6 juta," lanjut I Kadek.

Selain itu, ada juga bukti transaksi di Inul Vizta Karaoke sebesar Rp 4,53 juta dan Nu Skin (perawatan wajah) Rp 10 juta.

"Biaya-biaya lain Rp 476 juta," tandasnya.

Wa Ode pun dijerat dengan pasal 12 huruf a atau b, pasal 5 ayat 2 dan atau pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu dia juga dijerat dengan pasal pencucian uang dan disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 atau pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.



Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(mok/aan)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close