detikcom
Rabu, 13/06/2012 14:52 WIB

Rentetan Bom di Irak Tewaskan 44 Orang Dalam Sehari

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
AFP
Baghdad, - Lagi-lagi aksi pengeboman di Irak. Rentetan serangan bom melanda sejumlah wilayah Irak dan menargetkan rombongan peziarah Syiah yang ikut serta dalam festival keagamaan. Serangkaian ledakan ini menewaskan sedikitnya 44 orang di wilayah Baghdad dan wilayah selatan Irak.

Seperti dilansir oleh Reuters, Rabu (13/6/2012), serangan bom pertama terjadi di wilayah Baghdad. Saat itu sejumlah peziarah Syiah tengah mengikuti peringatan meninggalnya Imam Syiah, Moussa al-Kadhim, cicit Nabi Muhammad. Empat bom yang meledak di wilayah tersebut menewaskan 18 orang.

Di wilayah Hilla, dua bom mobil meledak di luar restoran yang menjadi tempat berkumpulnya para polisi. Ledakan ini menewaskan 22 orang dan melukai 38 orang di antaranya. Kemudian di wilayah Balad yang mayoritas dihuni kaum Syiah, ledakan dua bom mobil menewaskan 4 orang.

Pasca ditinggal militer Amerika Serikat (AS) pada Desember 2011 lalu, ketegangan politik di Irak justru semakin meninggi. Pemerintahan Irak terpecah menjadi sejumlah kepentingan dan kelompok yang berbeda, seperti kaum Sunni, Syiah, dan etnis Kurdi. Masing-masing kelompok memperebutkan kekuasaan mayoritas atas Irak. Aksi kekerasan dan maraknya serangan bom yang terjadi di Irak dinilai sengaja dilakukan demi memancing konflik antar dua kelompok sektarian, Sunni dan Syiah.

Serangan-serangan terhadap kaum Syiah di Irak, beberapa kali dilakukan oleh jaringan militan Al-Qaeda di Irak. Seperti pada serangan bom bunuh diri yang melanda gedung keagamaan kaum Syiah di Baghdad, pada awal bulan ini. Serangan ini menewaskan 26 orang dan melukai 190 orang lainnya. Beberapa waktu kemudian, jaringan Al-Qaeda di Irak atau yang menamakan dirinya 'Negara Islam Irak' mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut.

Terakhir, pada Minggu (10/6) kemarin, ledakan dua bom mortar mengenai sejumlah peziarah Syiah yang tengah berkumpul di alun-alun Baghdad dan menewaskan 6 orang.

(nvc/ita)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel