Rabu, 13/06/2012 14:40 WIB

TPU Joglo Penuh, Pengurus Siasati dengan Makam Tumpang

Dhurandhara - detikNews
Jakarta - Kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Joglo, Jl Joglo Raya, Jakarta Barat penuh. Hampir mustahil menerima jasad baru untuk dikuburkan. Keterbatasan lahan pun disiasati dengan makam tumpang.

"Kita biasanya menggali lagi makam yang kedaluarsa. Atau melakukan makam tumpang jika jenazah itu dari keluarga yang sama," ujar Kepala TPU Joglo, Norman saat ditemui detikcom Rabu (13/6/2012).

Perlu diketahui, makan kadaluarsa adalah makam yang sudah tidak lagi diurus dan diperpanjang oleh ahli waris -keluarga jenazah. Sewa yang diberikan dinas pemakaman sesuai Peraturan Daerah yang berlaku yaitu 3 tahun.

"Jadi setelah 3 tahun, jika tak diperpanjang kita tunggu 3 bulan menurut aturannya. Namun kita tunggu sampai setahun lah," tambah Norman.

Untuk makan yang bersifat tumpang juga tak bisa sembarangan. Selain harus berasal dari 1 keluarga yang sama sebagai syarat utamanya, dari pihak keluarga yang sudah dimakamkan sebelumnya juga harus setuju terlebih dahulu dengan melampirkan surat keterangan di atas materai.

"Untuk makam yang ditumpang juga kita harus tunggu sampai lebih dari setahun jenazah awalnya, baru boleh ditumpang. Soalnya kalau kurang dari setahun, kondisi jenazah masih utuh dan berbau. Pasti akan sangat merepotkan," jelas Norman.

Pembayaran sewa makam tumpang yang harus dikeluarkan pihak keluarga adalah sebanyak 25 persen dari harga sewa tanah per blok. Sebelumnya, biaya harga sewa tanah per blok juga dijelaskan oleh Norman.

"Blok AA I sebesar Rp 100 ribu, AA II Rp 80.000, A I Rp 60.000, A II Rp 40.000, dan A III untuk yang tuna wisma tidak dipungut biaya. Biaya ini dikeluarkan untuk sewa selama 3 tahun, dan bisa diperpanjang lagi," papar Norman.

(gah/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    67%
    Kontra
    33%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel