detikcom
Rabu, 13/06/2012 14:00 WIB

62 WNI di Suriah Siap Dipulangkan 17 Juni

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Konflik kekerasan di Suriah semakin panas. Sebanyak 62 orang Warga Negara Indonesia (WNI) siap dipulangkan dari Suriah pada 17 Juni 2012 nanti.

Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa mengatakan sudah ada 240 orang WNI yang dipulangkan dari Suriah dengan fasilitas dari pemerintah Indonesia selama tahun 2012 ini.

"Tapi belum menghitung WNI yang pulang dengan biayanya sendiri. Sementara saat ini, ada 115 WNI yang sudah ada di penampungan di KBRI di Damaskus, Suriah. Tanggal 17 Juni nanti 62 orang WNI yang sudah siap dipulangkan," tutur Marty dalam jumpa pers di kantor Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (13/6/2012).

Proses pemulangan WNI dari negara konflik bukan pertama ini dilakukan oleh pihak Kementerian Luar Negeri RI. Sebelumnya sudah ada pemulangan WNI dari Tunisia, Mersir, Libya, dan Yaman.

"Ini bukan yang pertama kali. Masalah perlindungan warga negara terus menerus kita lakukan dengan atau tanpa perhatian dari masyarakat dan media," tambahnya.

Pemulangan WNI dari Suriah dengan menggunakan pesawat khusus juga menjadi salah satu pilihan yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah.

"Opsi-opsi tersebut ada, kemarin kami juga sudah bekerjasama dengan pihak Garuda Indonesia. Namun masih harus kita sinergikan daya angkut dan jumlahya," ujar Marty.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(aan/aan)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%