detikcom
Rabu, 13/06/2012 12:50 WIB

Menlu: Tidak Ditemukan 2 WNI yang Jadi Korban Kekerasan di Suriah

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tidak menemukan adanya 2 warga negara Indonesia yang menjadi korban konflik kekerasan di Suriah. Namun demikian, uji kebenaran atas kabar itu tetap ditelusuri.

Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, menegaskan Kementerian Luar Negeri RI tetap berkomitmen untuk memastikan perlindungan dan keselamatan warga negara Indonesia di Suriah.

"Terkait dengan kabar meninggalnya 2 WNI di Suriah, saat ini Kementerian Luar Negari tidak menemukan adanya WNI yang menjadi korban konflik kekerasan di Suriah," kata Marty.

Hal ini disampaikan Marty dalam jumpa pers tentang klarifikasi kabar ditemukannya 2 WNI meninggal dunia akibat konflik kekerasan di Suriah di kantor Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (13/6/2012).

"Namun sampai saat ini, masih terus kita lakukan uji kebenaran atas kabar tersebut," lanjut Marty.

Dikatakan dia, KBRI di Damaskus, Suriah, dihubungi oleh Sri Dewi tenaga kerja yang ada di Damaskus. Dia menyampaikan ada 2 WNI yang meninggal. Dewi memperoleh informasi tersebut dari rekannya Ibu Ani yang bekerja di Nabek, Suriah.

Kemudian, lanjut Marty, Ibu Ani mendapat kabar dari warga negara Indonesia yang bernama Ibu Sikai, yang sudah berada di Indonesia.
Sementara Ibu Sikai, mendapat informasi tersebut dari orang tuanya yang sudah berada di Indonesia. Orang tua Ibu Sikai tersebut melihat ada 2 jenazah yang datang dari Suriah.

"Selama tahun 2012, KBRI di Damaskus sudah mengurus kepulangan 5 jenazah WNI yang meninggal di Suriah," kata Marty.

Empat jenazah sudah dipulangkan ke Indonesia. Sementara 1 jenazah dimakamkan di Suriah. Menurut KBRI, penyebab kematian dari 5 jenazah tersebut adalah sakit dan kecelakaan kerja, bukan karena konflik.

"Sakitnya itu, lupus, tumor otak, dan yang kecelakaan kerja itu jatuh dari apartemen. Nah, saya belum tahu 2 orang ini masuk di antara 5 jenazah tersebut, atau 5 ditambah 2," kata dia.

Menurut Marty, umumnya pemulangan jenazah harus melalui Kedutaan. "Tetapi karena ini situasi konflik, kami tidak menutup kemungkinan adanya pemulangan langsung, misalnya lewat perbatasan," tutur Marty.



Penimbunan BBM gunakan macam cara untuk menimbun bbm.Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(aan/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    58%
    Kontra
    42%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000