detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:22 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 13/06/2012 11:21 WIB

Hendarman Supandji Jadi Kepala BPN, Chatib Basri Duduki Kepala BKPM

Luhur Hertanto - detikNews
Bogor - Selain mengangkat Nafsiah Mboi sebagai menteri kesehatan dan Rudi Rubiandini sebagai wakil menteri ESDM, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga memilih kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kepala Badan Pertanahan Nasional. Kedua pejabat terakhir yang dipilih ada Chatib Basri dan Hendarman Supandji.

"Untuk Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal saya percayakan kepada profesor Chatib Basri," kata Presiden SBY di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/6/2012).

"Untuk posisi kepala BPN, saya mempercayakan kepada saudara Hendarman Supandji SH," sambung SBY.

Menurut SBY, posisi Kepala BKPM saat ini penting untuk dicari penggantinya. Selama ini, jabatan tersebut dirangkap oleh Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

Sementara untuk kepala BPN, Hendarman dinilai orang yang paling tepat untuk menduduki posisi tersebut. Meski dia sudah tak lagi berstatus PNS, SBY masih bisa mengangkat mantan jaksa agung tersebut.

"Mereka akan dilantik besok," ujar SBY.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mad/vta)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%