detikcom
Rabu, 13/06/2012 08:23 WIB

Panwaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Dalam Iklan Foke di Bioskop

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Iklan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) yang tiba-tiba tayang di bioskop mengejutkan penonton. Panitia pengawas pemilu (panwaslu) mengaku akan mengkaji dugaan kampanye dalam iklan tersebut.

"Kita kaji dulu besok (hari ini). Apa yang harus dilakukan. Ada prosesnya. Kita juga bisa meminta copy iklan itu (ke pengelola bioskop). Karena masa kadaluarsa kasus 7 hari," ujar Ketua Panwaslu, Ramdhansyah kepada detikcom, Rabu (13/6/2012).

Ramdhan mengatakan untuk membuktikan dugaan kampanye dalam iklan tersebut, pihaknya membutuhkan bukti materil dan saksi. Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya hanya baru menerima informasi iklan Foke tersebut dari media.

Meski pihaknya dapat meminta salinan iklan Foke dari pengelola bioskop, namun dia mengatakan pihaknya tidak berwenang melakukan permintaan secara paksa, apalagi penyitaan.

"Bisa meminta, tapi tidak bsia melakukan penyelidikan, dan penyitaan. Kalau dikasih ya terima, kalau tidak dikasih, kita tidak bisa sita. Tidak boleh. Saat ini yang terpenting laporan masyarakat," jelasnya.

Seperti diketahui, pada saat pemutaran film "Soegija" di bioskop, muncul iklan berdurasi sekira 2 menit yang menampilkan keberhasilan program-program pemerintah yang disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

"Saya pergi menonton film Soegija di bioskop 21, Cibubur Junction. Bersama sebagian penonton, saya turut kaget dan berteriak 'boooo...' saat menyaksikan iklan 'keberhasilan Foke' yang tayang sebelum film dimulai," ujar Dirgayuza Setiawan saat berbincang dengan detikcom.

Isi iklan tersebut menceritakan sejumlah program Pemprov DKI yang diklaim telah berhasil.

"Soal bikin jalan layang yang sedang dikerjakan di Antasari, soal pembangunan MRT sudah dimulai. Anak-anak Jakarta bisa tersenyum, karena bisa menempuh pendidikan gratis, soal proyek Banjir Kanal Timur (BKT) yang sudah selesai," tutur Dirga.


Per-1 Juni, PT.KAI Commuter Jabodetabek berlakukan tarif progresif. Selengkapnya di "Reportase Malam", pukul 02.52 WIB, hanya di Trans TV.

(rmd/rvk)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    59%
    Kontra
    41%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel