Rabu, 13/06/2012 07:15 WIB

Keluarga Korban Sukhoi Sambut Baik Perhatian Pemerintah Beri Santunan

Muhammad Iqbal - detikNews
Jakarta - Menyusul langkah pemerintah yang akan memberikan santunan kemanusiaan kepada keluarga korban pesawat Shukoi SuperJet 100, pihak keluarga menyambut baik. Salah satunya adalah keluarga Sidup Usman, ayah Dewi Mutiara, korban meninggal kecelakaan pesawat Shukoi pada Mei lalu.

"Saya hargai perhatian pemerintah kepada keluarga, saya bersyukur pemerintah bisa memberikan perhatian kepada kami," ujar keluarga korban kecelakaan pesawat Shukoi, Sidup Usman, kepada detikcom, Selasa, (12/6/2012).

Menurut Sidup, rencana pemberian santunan itu dijadwalkan besok di Gedung Kemenkokesra, sesuai dengan undangan yang diterima oleh pihak keluarga.

"Undangan diterima keluarga melalui sms dari kemenkokesra, agar keluarga korban besok (hari ini) datang jam 09.30 WIB di gedung Kemenkokesra, untuk penyerahan santunan," tuturnya.

Namun pihaknya belum mengetahui berapa nominal santunan yang akan diberikan oleh pemerintah kepada pihak keluarga.

"Nominalnya saya belum tahu. Baru hanya diminta persyaratannya, seperti Kartu Keluarga asli, akta kelahiran, serta surat keterangan waris dari kelurahan dan kecamatan,"jelas Sidup.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan EE Mangindaan beserta Menko Kesra Agung Laksono, berencana akan memberikan santunan kemanusiaan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Shukoi senilai Rp 50 Juta.

"Dalam waktu dekat pemerintah yaitu Menteri Perhubungan bersama Menkokesra akan memberikan santunan kemanusiaan sebesar Rp 50 juta dari Jasa Raharja kepada keluarga korban di Kantor Kementerian Perhubungan," ujar Humas Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan, di ruang Pusat Komunikasi Publik, Kemenhub, Jakarta, (11/6).

Selain asuransi kemanusiaan, keluarga korban juga akan menerima asuransi dari pihak Shukoi senilai Rp. 1,25 miliar. Asuransi itu rencana akan diberikan pada awal Juli ini.

"Pihak Sukhoi sudah mendatangi keluarga korban. Tujuannya, pihak Sukhoi langsung menyampaikan rasa duka cita terkait kecelakaan dan dalam rangka menyelesaikan asuransi. Dua Minggu paling lambat proses inventarisasi dan administrasi. Nah, awal bulan Juli baru bisa diselesaikan," kata Bambang, (11/6) lalu.

(rmd/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    77%
    Kontra
    23%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close