detikcom
Selasa, 12/06/2012 18:15 WIB

Pasukan Suriah Gempur Basis Pemberontak, Korban Terus Berjatuhan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: AFP
Damaskus, - Pasukan rezim Suriah terus menembaki posisi pemberontak di wilayah Provinsi Latakia, Suriah. Gempuran terhadap Kota Al-Haffe ini telah memasuki hari kedelapan. Korban jiwa pun terus berjatuhan.

Menurut kelompok pengamat HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, pasukan Suriah juga menggempur kawasan Kota Deir Ezzor dengan serangan mortir pada hari Selasa ini. Gempuran ini menewaskan 10 warga sipil termasuk seorang anak perempuan. Sementara lima warga sipil lainnya tewas dalam serangan-serangan militer Suriah di Kota Homs.

"Pasukan rezim mengirimkan bala bantuan dan mempersiapkan serangan (ke Kota Al-Haffe)," kata Rami Abdel Rahman dari Syrian Observatory for Human Rights kepada kantor berita AFP, Selasa (12/6/2012).

Menurut Abdel Rahman, ratusan pejuang pemberontak Free Syrian Army aktif di wilayah tersebut. Dikatakannya, pasukan Suriah menggunakan artileri berat dan tembakan-tembakan helikopter dalam serangan mereka atas Al-Haffe.

Sebelumnya pada Senin, 11 Juni kemarin, para aktivis mengatakan pada AFP bahwa mereka mengkhawatirkan pembantaian akan kembali terjadi jika pasukan rezim berhasil masuk ke kota tersebut. Al-Haffe dianggap sebagai tempat strategis karena berdekatan dengan Qardaha, kampung halaman Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Menurut Observatory, pasukan Suriah juga menggencarkan serangan ke pusat Kota Homs dan sekitarnya dengan menggempur basis posisi pemberontak. Disampaikan bahwa setidaknya 5 warga sipil tewas hari ini dalam gempuran tersebut.

"Situasinya mengerikan, ini pembunuhan," cetus seorang aktivis di Homs yang menyebut dirinya sebagai Abu Bilal kepada AFP via Skype.

Menurut Abu Bilal, sekitar 400 warga sipil -- termasuk wanita-wanita dan anak-anak -- terjebak dalam sebuah sekolah di kawasan Jourat al-Shiah. "Tak ada pejuang-pejuang di sana, namun tetap saja digempur," ujarnya. "Kami mencemaskan adanya pembantaian besar," imbuhnya.

Sebelumnya, dua peristiwa pembantaian warga sipil dilaporkan terjadi di Kota Houla dan Hama yang menewaskan ratusan warga sipil, termasuk banyak wanita dan anak-anak. Dewan Keamanan PBB telah mengecam pemerintah Suriah atas pembantaian tersebut. Namun pemerintah Suriah membantah tuduhan keterlibatan dalam pembantaian tersebut. Rezim Assad menyebut para terorislah yang melakukan pembantaian tersebut.


seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV

(ita/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%