detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 15:26 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 12/06/2012 15:28 WIB

Catatan Agus Pambagio

TKI dan Kapal Pesiar

Agus Pambagio - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Dalam situasi pertumbuhan ekonomi yang sebagian besar ditunjang oleh tingginya ekspor sumber daya alam (SDA) dan sektor non riil pasar keuangan di bursa, tentunya ketersediaan lapangan pekerjaan bagi anak muda produktif Indonesia nyaris tidak ada. Pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak secemerlang bangsa kita mengekspor hampir semua SDA dengan harga murah. Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi di bawah 7% juga sulit menciptakan lapangan pekerjaan.

Di tengah sulitnya mencari pekerjaan di tanah air, ternyata pekerjaan sebagai anak buah kapal (ABK) di jaringan kapal pesiar internasional sangat menjanjikan. ABK asal Indonesia saat ini merupakan ABK terbesar kedua di jaringan kapal pesiar dunia setelah Filipina. Umumnya mereka berasal dari Pulau Bali.

Contoh, dari sekitar 1.500 ABK yang bekerja di kapal pesiar 'Norwegian Pearl' (NP) milik jaringan kapal pesiar Norwegian Cruise Line (NCL), 10%-nya atau sekitar 150 orang berasal dari Indonesia. Umumnya mereka bekerja di bagian house keeping (sebagai house keepers) dan restoran (waiters) yang ada di kapal tersebut. Memang jumlah mereka masih kalah jauh jika dibandingkan dengan ABK NP asal Filipina yang mencapai 500 orang lebih.

Di setiap jaringan kapal pesiar dunia, ABK asal Filipina memang mendominasi. Hal ini disebabkan mereka lebih komunikatif dalam bahasa Inggris, lebih baik pendidikannya, lebih mempunyai jiwa penghibur, dan lebih ramah kepada para tamu.

Suka Duka Jadi ABK Jaringan Kapal Pesiar

Para ABK ini bekerja 10 jam per hari tetapi bisa istirahat setelah bekerja 3-4 jam bekerja. Mereka dalam setahun harus bekerja selama 9 bulan nonstop, tanpa libur di hari Sabtu dan Minggu. Namun ketika kapal sandar di lokasi pariwisata, secara bergilir para ABK bisa juga istirahat dan turun ke daratan untuk bersantai/berkumpul dengan sesama ABK asal Indonesia dari kapal pesiar lain yang juga sedang sandar. Setelah 9 bulan bekerja, ABK dapat izin cuti selama 3 bulan gratis pulang ke Indonesia dengan gaji bulanan tetap dibayarkan penuh oleh perusahaan.

Dari segi gaji, berdasarkan bincang-bincang penulis dengan beberapa ABK asal Indonesia selama perjalanan dari Seattle ke Alaska, Amerika Serikat akhir Mei lalu, dapat disimpulkan bahwa dengan masa kerja 5 tahun mereka mendapatkan gaji bersih minimal Rp 20 juta/bulan tanpa ada potongan. Menurut Bli-Bli lain yang juga sempat penulis wawancarai di NP menyatakan bahwa hambatan yang membuat mereka tidak betah bekerja di jaringan kapal pesiar Internasional, khususnya yang sudah berkeluarga, adalah jauh dari anak istri selama 9 bulan penuh. Namun dengan imbalan yang cukup, tentunya rasa rindu bisa diatasi dengan mudah melalui jaringan komunikasi nirkabel yang sudah dapat menjangkau seluruh penjuru dunia ini.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(asy/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%