detikcom
Selasa, 12/06/2012 01:38 WIB

Terima Penghargaan E-Government, Jokowi Tolak Disebut Pencitraan

M. Rizal - detikNews
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi tidak berkomentar banyak atas Penghargaan e-Government Indonesia (PeGI) yang baru saja diraihnya. Jokowi juga menolak mengaitkan penghargaan tersebut untuk pencitraan dirinya dalam perebutan kursi panas gubernur DKI Jakarta.

"Tanya kepada yang memberikan penghargaan dong. Masa tanya ke saya," ujar Jokowi, sapaan akrab Jokowi usai menerima PeGI dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo) di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Senin (11/6/2012).

"Kalau ada orang yang memberikan penghargaan saya terima. Gitu aja," ujarnya seraya tertawa.

Jokowi menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai berdasarkan pendapatnya masing-masing.

"Perkara itu dilihat sebagai bentuk pencitraan terserah yang berpendapat," ujar Walikota Solo, Jawa Tengah tersebut.

Selain Solo ada empat daerah lainnya juga mendapat penghargaan serupa. Daerah tersebut adalah Lamongan, Malang, Pekalongan dan Medan.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(zal/mpr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 20/06/2013 17:40 WIB
    Mensos Salim Segaf: Saya Siap Dicopot
    Gb PKS menunggu surat 'cerai' dari Presiden SBY. Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri menghormati apapun keputusan Presiden SBY.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%