Selasa, 12/06/2012 00:27 WIB
Larikan Adik Majikan, Karyawan Rumah Makan Padang di Manado Dipolisikan
Karyawan rumah makan Padang 'Rantau Minang' ini diduga membawa lari Mawar (18), nama samaran, adik pemilik rumah makan itu, yang ditugaskan sebagai kasir. Kasus ini dilaporkan Riol Andesta (17), adik kandung Mawar, karena tidak pulang sejak Jumat (8/6/2012) pekan lalu.
"Dia (Mawar) pamitan ke kakak ipar, katanya mau beli pulsa, tapi tidak kembali lagi sampai sekarang," kata Andesta di hadapan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, Senin (11/6/2012).
Menurut Andesta, sejak dua bulan terakhir, kakak perempuannya ini memang menjalin hubungan pacaran dengan Sadan, dan sudah diketahui oleh keluarga. Tapi hubungan itu tidak direstui karena Sadan ternyata sudah beristri.
"Katanya sih sudah cerai, tapi sejak kakak saya menghilang dia juga ikut menghilang. Bahkan dicari ke tempat kos, mereka tidak ada," lanjutnya.
Sambungnya lagi, kasus ini dilaporkannya karena orang tua tinggal di Padang, sedangkan kakaknya yang membuka usaha kuliner ini, tidak berada di tempat karena sedang ke luar kota.
"Mereka gunakan kesempatan kakak tidak berada di rumah dan mereka kabur. Ada yang bilang mereka ke Palu, Sulteng," paparnya.
Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Manado, AKP Deesy Hamang kepada detikcom, mengatakan kasus itu sudah ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dan pihaknya masih melakukan penyelidikan, dan mencari keberadaan Sadan dan Mawar.
"Kalau terbukti membawa lari anak gadis, terlapor bisa terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara," jelas Hamang.
(mpr/mpr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Ditolak Bercinta, Gadis 19 Tahun Gigit Penis Kekasihnya
811 share this. -
Kapal Malaysia Tertangkap Curi Ikan di Selat Malaka
734 share this. -
3 Rekaman Sadapan KPK yang Bisa Bikin Luthfi Hasan 'Skak Mat'
605 share this. -
Malas Kerja, Tukang Pos di Italia Menimbun 400 Kg Surat di Rumahnya
434 share this. -
Satpol PP Jaktim Bantah Ada Anggotanya Pukuli PKL
425 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 18/05/2013 14:18 WIB
Anggota BK DPR Sebaiknya Berasal dari Kalangan Profesional dan Akademisi
-
Sabtu, 18/05/2013 13:43 WIB
Pimpinan Fraksi DPR Harus Jadi Contoh agar Anggotanya Tak Sering Bolos
-
Sabtu, 18/05/2013 13:33 WIB
Menanti Undangan Konvensi Capres, Ini yang Dilakukan Gita Wirjawan
-
Sabtu, 18/05/2013 13:26 WIB
Gita Wirjawan: Saya Mengagumi Sosok Jokowi
-
Sabtu, 18/05/2013 13:11 WIB
Turbulensi Emirates, Penumpang: Pesawat Seperti Disedot
-
Sabtu, 18/05/2013 12:05 WIB
Ditolak Bercinta, Gadis 19 Tahun Gigit Penis Kekasihnya
-
Sabtu, 18/05/2013 12:59 WIB
Turbulensi Emirates, Penumpang: Pesawat Seperti Disedot
-
Sabtu, 18/05/2013 13:51 WIB
Klewang, Si Raja Geng Motor dan Raja Aksi Tipu-tipu
-
Sabtu, 18/05/2013 12:21 WIB
Ada Foto Jenderal di Markas Pembela Aiptu Labora, Ini Tanggapan Polri
-
Sabtu, 18/05/2013 12:54 WIB
5 Pembunuh Kejam Ini Menanti Eksekusi Mati
-
Sabtu, 18/05/2013 13:20 WIB
Gita Wirjawan: Saya Mengagumi Sosok Jokowi
-
Sabtu, 18/05/2013 11:48 WIB
Malas Kerja, Tukang Pos di Italia Menimbun 400 Kg Surat di Rumahnya
-
Sabtu, 18/05/2013 11:19 WIB
Jalan Berliku Mengeksekusi Mati Pembunuh Sadis Jurit dan Ibrahim
-
408 Komentar
-
262 Komentar
-
220 Komentar
-
216 Komentar
-
213 Komentar
-
208 Komentar
-
202 Komentar
-
200 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,835.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 07:28 WIB
PKS: Semua Jelas, Fathanah Makelar!
-
Sabtu, 18/05/2013 06:54 WIB
3 Rekaman Sadapan KPK yang Bisa Bikin Luthfi Hasan 'Skak Mat'
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

.gif)





_5.gif)



Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
