detikcom
Senin, 11/06/2012 22:52 WIB

BK Akan Minta Polri Analisa Video Porno Bila Karolin Membantah

Ferdinan - detikNews
Karolin Margret Natasa
Jakarta - Badan Kehormatan (BK) DPR akan meminta bantuan Polri untuk melakukan analisis digital forensik terkait video porno mirip anggota dewan. Cara ini ditempuh bila anggota Komisi IXKarolin Margret Natasa (KMN)membantah dirinya menjadi pemeran video porno.

"BK akan menelusuri tuntas, ada yang mengatakan mirip. Untuk memastikan ini harus ada analisa digital forensik di Polri. Nanti kita lihat dulu, kita kan belum dengar keterangan KMN," kata Ketua BK DPR M Prakosa di Gedung DPR, Jakarta, Senin (10/6/2012).
Prakosa.

Prakosa menjelaskan, tiga ahli yang diminta analisisnya terkait video porno, memiliki kesimpulan berbeda. Tiga ahli itu adalah Ruby Alamsyah, Abimanyu Wachjoewidajat, dan Yogi Hartato.

Ruby dalam keterangannya menyebut resolusi video porno sangat rendah sehingga sulit dianalisa." Analisa beliau bilang hanya 45 persen kemiripan," sebut Prakosa.

Sementara Abimanyu alias Abah mengatakan tidak ada rekayasa gambar pemeran perempuan di video porno. "Dia mengatakan ada kemiripan yang tinggi dengan anggota DPR," ujarnya.

Sementara Yogi kepada BK mengatakan video porno sulit dianalisa karena durasi video sangat singkat yakni 1 menit 4 detik.

"Itupun ada wajah kepotong sampai ke kening, wajah perempuannya. Wajah utuh terlihat selama 4 detik pada saat detik ke 28. Yogi mengatakan kesulitan menemukan identitas sosok karena durasi pendek," tuturnya.

Namun dia menegaskan BK akan lebih dulu mendengar keterangan KMN untuk kemudian diputuskan kelanjutan penyelidikannya. "Kita jadwalkan secepatnya, paling cepat besok. Kita ingin segera klarifikasi dari beliau," ujar Prakosa.

(fdn/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel