PBB tarik sementara staf dari Rakhine, Burma
Pemerintah memberlakukan keadaan darurat di Rakhine menyusul kekacauan di sana.
PBB memutuskan untuk sementara menarik sebagian staf dari negara bagian Rakhine, Burma barat, yang dilanda kekerasan berdarah dalam bentrokan antara warga Buddha dan Muslim.
PBB mengeluarkan pernyataan berisi pengumuman bahwa badan dunia itu memutuskan untuk sementara merelokasikan staf internasional dan staf nasional yang tidak penting, beserta keluarga mereka dan organisasi-organisasi terkait.
Dalam pernyataannya, PBB mengatakan telah meminta "dukungan penuh dari pemerintah untuk menjamin keselamatan dan keamanan semua staf PBB dan lembaga swadaya masyarakat asing dan keluarga mereka di Maungdaw, Buthidaung, dan Sittwe", selagi mereka direlokasikan ke kota terbesar Burma, Rangoon.
Menurut seorang pejabat BB di Burma Ashok Nigam, sebanyak 44 pekerja PBB dan keluarga mereka meninggalkan Maungdaw, negara bagian Rakhine, yang berbatasan dengan Bangladesh.
"Sebagian besar staf yang ditarik adalah staf internasional tetapi staf lokal yang berkantor di Maungdaw masih berada di sana," kata Ashok Nigam seperti dikutip kantor berita AFP hari Senin (11/06).
Kekacauan meningkat
Ashik Nigam menjelaskan langkah tersebut ditempuh karena adanya gangguan keamanan dan penarikan staf hanya bersifat sementara.
Dia menjelaskan langkah tersebut ditempuh karena adanya gangguan keamanan dan penarikan staf hanya bersifat sementara.Pemerintah Burma menerapkan keadaan darurat di negara bagian Rakhine pada Minggu.
Media resmi pemerintah melaporkan keadaan darurat diberlakukan menyusul peningkatan kekacauan dan serangan di Rakhine. Langkah itu ditempuh "dengan maksud untuk memulihkan keamanan dan stabilitas secepatnya bagi rakyat".
Sejauh ini 17 orang tewas dalam kekerasan yang pecah setelah pembunuhan dan pemerkosaan terhadap seorang perempuan Buddha dalam serangan yang disebut-sebut dilakukan oleh warga Muslim.
Presiden Thein Sein mengatakan kekerasan ini bisa mengancam laju demokrasi Burma.
Negara bagian Rakhine berpenduduk mayoritas etnik Rakhine dan beragama Buddha. Negara bagian itu juga berpenduduk Muslim, termasuk minoritas Rohingya.
Rohingya adalah kelompok minoritas Muslim dan tidak memiliki kewarganegaraan karena Burma menganggap mereka sebagai imigran gelap dari Bangladesh.
Sementara itu penjaga perbatasan Bangladesh menghalau ratusan orang yang berusaha melarikan diri dari Burma. Para pejabat mengatakan mereka mencegat enam perahu yang mengangkut etnik Rohingya dan mengembalikan mereka ke wilayah Burma.
(bbc/bbc)
-
Rabu, 22/05/2013 07:54 WIB
Hakim tolak hentikan kasus Kerry Kennedy
-
Selasa, 21/05/2013 22:43 WIB
Pencarian korban tornado Oklahoma dilanjutkan
-
Selasa, 21/05/2013 22:15 WIB
Burung dara balap catat rekor
-
Selasa, 21/05/2013 21:37 WIB
Studi semut dapat digunakan untuk robot SAR
-
Selasa, 21/05/2013 19:02 WIB
Arab Saudi eksekusi lima warga Yaman
-
Rabu, 22/05/2013 11:41 WIB
3 Siswa SMP yang Gagalkan Upaya Pemerkosaan Sempat Mau Disuap Pelaku
-
Rabu, 22/05/2013 11:00 WIB
Cerita Satpam Soal Panggilan 'Papa' dari Darin ke Luthfi
-
Rabu, 22/05/2013 11:25 WIB
5 Pengakuan Mengejutkan Pelaku Pemotongan Kelamin Abdul Muhyi
-
Rabu, 22/05/2013 10:40 WIB
Ketika Jokowi Asli Merasa Tersaingi Reza 'Jokowi'
-
Rabu, 22/05/2013 09:23 WIB
Heroik! 3 Siswa SMP di Bogor Selamatkan Gadis 14 Tahun dari Pemerkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 12:04 WIB
Tifatul: Kader PKS Jangan Makan Uang Haram, Jadi Tersangka Harus Mundur
-
Rabu, 22/05/2013 10:15 WIB
Jokowi: Saya Nggak Mau, Tahu-tahu Filmnya Jadi
-
Rabu, 22/05/2013 09:29 WIB
4 Cerita 'Hubungan Rahasia' Darin Mumtazah dan Luthfi
-
360 Komentar
-
238 Komentar
-
229 Komentar
-
215 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
176 Komentar
-
162 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
- Rp 2,845.000
- Rp .000
-
Rabu, 22/05/2013 10:15 WIB
Kasus Impor Daging, KPK Panggil 2 Sopir Luthfi
-
Rabu, 22/05/2013 10:15 WIB
Jokowi: Saya Nggak Mau, Tahu-tahu Filmnya Jadi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks

.gif)
Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
