detikcom
Senin, 11/06/2012 17:37 WIB

Lagi, Kader Demokrat Diperiksa Soal Uang untuk Kemenangan Anas

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Kader Partai Demokrat kembali diperiksa KPK terkait penyelidikan kasus Hambalang. Mantan Ketua DPC Demokrat Gorontalo, Ismiyati, ditanya soal bagi-bagi uang saat kongres partai tersebut di Bandung.

"Sempat menerima duit untuk kemenangan, tapi saya pikir itu uang saku," kata Ismi di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (11/6/2012).

Ismi menjelaskan, uang itu diberikan oleh tim pemenangan Anas Urbaningrum dalam dua tahap. Ia mengaku mendapat 7 ribu dollar dan sebuah BlackBerry.

"2.000 dan 5.000 dollar," kata Ismi.

Yang pertama diberikan oleh Umar Arsal di Hotel Aston. Sisanya diberikan oleh panitia pemenangan.

Ismi juga disodori surat perjanjian soal pemenangan Anas untuk dua periode. Bahkan siapa-siapa yang memilih Anas, dijanjikan akan mendapat banyak prioritas soal kebijakan partai.

"Suratnya mereka yang pegang," lanjut Ismi yang mengaku dicecar sebanyak 6 pertanyaan ini.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(mok/aan)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%