Senin, 11/06/2012 16:54 WIB

BPBD: Jakarta Adalah Supermarket Bencana

Prins David Saut - detikNews
Ilustrasi Jakarta
Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan sosialisasi penanggulangan bencana. Jakarta masih rawan bencana menjadi alasan BPBD menyelenggarakan acara tersebut.

"Jakarta adalah supermarket bencana, berbagai bencana masih mengancam Jakarta beberapa tahun ke depan. Baik faktor alam, non-alam, maupun sosial," kata kepala bidang pencegahan BPBD provinsi DKI Jakarta, Danang Susanto, dalam acara Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Manajemen Penanggulangan Bencana Kepada Masyarakat di kantor kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (11/6/2012).

Danang menyampaikan bencana alam yaitu banjir dan puting beliung, bencana non alam seperti kebakaran dan macet, serta bencana sosial yaitu teroris dan konflik antar kelompok masih mengintai Jakarta. Namun, banjir dan kebakaran menjadi bencana yang sering menghantui Jakarta.

"Dari kesemuanya, bencana yang sering mengancam di Jakarta adalah banjir dan kebakaran. Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, saat ini terdapat 62 titik banjir yang ada di DKI Jakarta, tapi Itu berkurang dari 78 titik yang ada," ujar Danang.

Danang menjelaskan banyaknya bencana di Jakarta karena memiliki sumber bencana. Ia juga mengkhawatirkan kepadatan penduduk yang tidak diikuti oleh tingkat kesadaran masyarakat.

"Di antaranya, Jakarta dialiri 13 sungai, ditambah ruang terbuka hijau yang belum mencapai 13 persen, serta 40 persen dataran rendah mengalami penurunan muka tanah, 6 sampai 18 sentimeter per tahun. Belum lagi kepadatan penduduk yang tinggi dan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah," tutup Danang.

(vid/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    66%
    Kontra
    34%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel