Senin, 11/06/2012 15:46 WIB

Layani Warga Miskin, Pemprov DKI Ubah SKTM Jadi Kartu Gakin

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara bertahap mengubah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) menjadi kartu peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK-Gakin). Kebijakan ini sebagai bagian dari upaya Pemprov DKI meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga tidak mampu.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, mengatakan sejak 2007 hingga 2011 telah ada 1.300 SKTM yang diubah menjadi kartu JPK Gakin. Artinya, ada 1.300 keluarga tidak mampu yang kini bisa menikmati pelayanan kesehatan secara gratis. Padahal sebelumnya mereka harus membayar 25-50 persen dari total biaya perawatan di RSUD maupun di puskemas.

"Kami ingin keluarga tidak mampu dapat menikmati pelayanan kesehatan gratis juga. Pemprov DKI terus berupaya menangani pasien SKTM dan JPK-Gakin secara maksimal. Tidak boleh ada pasien miskin yang dikalahkan oleh sistem birokrasi. Harus tetap dilayani secara optimal," kata Dien Emmawati di Balaikota DKI, Jakarta, Senin, (11/6/2012).

Menurut data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, per tanggal 15 Desember 2011, jumlah pasien pemegang kartu JPK Gakin yang berhasil ditangani sebanyak 271.489 kasus. Sedangkan untuk SKTM, sebanyak 361.869 kasus.

Adapun jumlah rumah sakit (RS) yang melayani JPK Gakin dan SKTM sebanyak 88 RS. Enam di antaranya merupakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemprov DKI Jakarta.

Agar layanan diberikan tetap baik dan prima, maka seluruh RS tersebut menandatangani Ikatan Kerja Sama (IKS) dengan Dinkes DKI Jakarta. Bagi RS yang tidak melayani dengan baik pemegang kartu Gakin dan SKTM, Dinkes DKI akan memberikan teguran hingga pencabutan IKS tersebut. Namun sejauh ini tidak ada pelanggaran terhadap IKS. Dien meminta pada pihak rumah sakit agar mengedepankan pelayanan pada pasien Gakin.

"Misalnya saat pasien Gakin masuk rumah sakit hari Sabtu atau Minggu, pasien tak perlu lagi terganjal oleh birokrasi, hanya karena tak bisa membayar uang muka maka tidak dilayani. Padahal, uang muka masih bisa dibayar pada hari Seninnya. Yang penting adalah, pada hari Sabtu atau Minggu itu ada petugas rumah sakit yang melayani pasien Gakin," ujarnya.


Reportase Sore

(ray/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    65%
    Kontra
    35%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel