Detik.com News
Detik.com

Senin, 11/06/2012 14:48 WIB

Polda Bengkulu Tangkap 5 Calo Akpol Asal Cianjur

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Polda Bengkulu menangkap 5 orang pegawai swasta yang mengaku mampu meluluskan peserta Akademi Kepolisian (Akpol) tanpa ujian. Syaratnya, peserta mampu menyediakan Rp 150-300 juta.

"Yang bersangkutan mengaku atas nama Kabiro SDM Polda Bengkulu, mengaku bisa membantu, menjamin kelulusan anaknya," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Pol M Taufik, di Jakarta, Senin (11/6/2012).

Modus yang dilakukan 5 tersangka adalah dengan meminta sejumlah uang kepada korbannya senilai ratusan juta.

"Pelaku meyakinkan korbannya dengan menyiapkan sejumlah rupiah, ada Rp 300 juta bahkan 150 juta," ungkap Taufik.

Lima tersangka tersebut adalah AA, T, H, A alias N, A alias U, dan AI alias I. Mereka mencari korbannya melalui data peserta yang ada di situs kepolisian. Dari data yang didapatkan kelompok tersebut, mereka menelepon korbannya yang ada di Bengkulu.

"Korban sudah sempat menyerahkan uangnya sebanyak Rp 150 juta," kata Taufik.

Berdasarkan pemberitaan serupa yang pernah dilansir Polri, korban akhirnya melapor ke pihak berwajib. Setelah diselidiki, para pelaku berada di Karang Tengah, Cianjur, Jawa Barat.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%