Senin, 11/06/2012 14:48 WIB

Eks Polisi India Tembak Mati Istri & 2 Anaknya, Lalu Bunuh Diri

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
California, - Eks anggota kepolisian militer India menembak mati istri dan dua anaknya di kediamannya di California, Amerika Serikat (AS). Setelah melakukan penembakan, pria yang pernah tersangkut kasus pembunuhan di India ini kemudian menembak mati dirinya sendiri.

Seperti dilansir oleh The Star, Senin (11/6/2012), Avtar Singh menelepon polisi pada Sabtu (9/6) waktu setempat dan memberitahu bahwa dirinya baru saja menembak 4 orang di rumahnya dan berniat bunuh diri. Polisi kemudian mendatangi rumah Avtar yang terletak di wilayah Selma, California, AS.

Menurut Sheriff Distrik Fresno, Letnan Gregg Andreotti, seorang remaja putra berusia 17 tahun berhasil selamat. Saat ini remaja tersebut tengah menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

Sedangkan dua anak laki-laki lainnya, yang berusia 3 tahun dan 15 tahun ditemukan telah tak bernyawa. Andreotti menuturkan, semua korban ditemukan tewas dengan luka tembakan di bagian kepala.

Andreotti menyatakan, pihak kepolisian setempat masih menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Namun polisi meyakini bahwa kasus ini murni pembunuhan dan diakhiri dengan aksi bunuh diri pelaku. Tidak ada pihak lain yang dicurigai terlibat dalam kasus ini.

Avtar diketahui memiliki perusahaan penyewaan truk di California. Pada tahun 1996 lalu, Avtar terlibat kasus pembunuhan seorang aktivis HAM di India. Dia kemudian kabur dari India dan menjadi buronan. Namun tahun lalu dia kembali terjerat kasus pidana, yakni KDRT. Otoritas India pun memanfaatkan momen tersebut untuk mengajukan ekstradisi Avtar kembali ke India. Namun sayangnya upaya tersebut gagal.

Kasus pembunuhan yang menjerat Avtar di India memang sempat menghebohkan negara tersebut. Saat masih bertugas sebagai polisi, Avtar diketahui sengaja menahan aktivis HAM Jaleel Andrabi dan kemudian membunuhnya di dalam tahanan. Pembunuhan ini disebut-sebut terkait dengan persoalan kemerdekaan Kashmir dari wilayah India maupun Pakistan. Diketahui bahwa wilayah Kashmir diklaim oleh kedua negara, yakni Pakistan dan India. Hal ini menimbulkan pertikaian yang menewaskan hampir 50 ribu orang sejak tahun 1989 silam. Dan Andrabi merupakan aktivis yang mendukung kemerdekaan Kashmir.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%