detikcom
Senin, 11/06/2012 13:58 WIB

Foke: Birokrasi Jangan Hambat Pelayanan Kesehatan Warga Miskin

Jakarta - Warga tidak mampu seringkali mendapat pelayanan kesehatan tidak memuaskan hanya karena faktor birokasi. Karena itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo intruksikan para pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskemas untuk meningkatkan kualitas pelayanan khususnya kepada warga yang tidak mampu.

"Saya minta agar masalah-masalah seperti birokrasi tidak menghambat masyarakat untuk mendapatkan kecepatan dan kualitas pelayanan yang prima. Saya tekankan, jangan sampai penyakit orang sakit itu kalah sama birokrasi yang sulit," tegas Fauzi Bowo di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (11/6/2012).

Fauzi mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk mensubsidi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat golongan bawah. Tahun 2012, tidak kurang dari Rp 900 miliar atau 8% dari APBD DKI Jakarta digunakan untuk membantu pelayanan kesehatan bagi keluarga kurang mampu.

"Dana ini benar-benar harus efektif, artinya pelayanan terhadap warga kurang mampu harus tepat sasaran dan tepat waktu," katanya.

"Pelayanan gratis bagi keluarga tidak mampu bukan hanya sebatas penyakit ringan, tapi juga dalam tindakan operasi, termasuk untuk cuci darah," imbuhnya.

Untuk melayani warga miskin yang harus rawat inap, lanjut Fauzi, Pemprov DKI telah membangun fasilitas kamar rawat inap di Puskesmas dan juga meminta RUSD untuk meningkatkan jumlah tempat tidur kelas III.

"Tidak kurang dari 1.110 tempat tidur kelas III tersedia di 7 RSUD milik Pemprov DKI yang siap melayani rawat inap keluarga kurang mampu atau pemegang Gakin dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)," jelasnya.

Fauzi juga mengatakan Pemprov DKI telah menyerahkan pengelolaan anggaran ke setiap Puskesmas. Dengan mekanisme ini, setiap Puskesmas di DKI diberi kewenangan mengelola anggaran sendiri sesuai dengan kondisi masyarakat di lingkungannya sehingga pos anggarannya terpisah dari Dinas Kesehatan.

Untuk peningkatan kualitas pelayanan, Pemprov DKI juga terus mendorong perbaikan manajemen Puskesmas dan RSUD agar sesuai dengan Standar ISO 9001: 2008.

"Saat ini tidak kurang dari 170 Puskesmas di DKI yang sudah mendapat sertifikat ISO tersebut yang berarti kualitas pelayanannya sudah mencapai standard yang tinggi dan diakui secara internasional," katanya.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(ray/rmd)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%