detikcom
Minggu, 10/06/2012 13:25 WIB

JPPR: KPU DKI Harus Selesaikan DPT Bermasalah

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta, - Persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pilkada DKI muncul karena amburadulnya sistem administrasi kependudukan. Jika polemik DPT ini ingin segera selesai, KPU disarankan untuk sungguh-sungguh melakukan verifikasi kependudukan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

"Satu-satunya harapan agar DPT tidak bermasalah, adalah KPU melalui petugas di kecamatan dan kelurahan secara sungguh-sungguh memverifikasi DPT itu," ujar Manajer Advokasi dan Pendidikan Pemilih pada Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Sunanto.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi bertajuk 'Mengurai Carut Marut DPT Pemilukada DKI' di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/6/2012).

Sunanto mengatakan problema DPT pemilukada terjadi karena tidak terintegrasinya antara undang-undang dengan peraturan KPU dalam sistem pemutakhiran pilkada. Dia mencontohkan data yang menjadi acuan dalam penetapan DPT.

Dalam UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa data pemilu terakhir adalah yang menjadi acuan dalam pemutakhiran DPT pemilukada.

Sementara dalam peraturan KPU No 12 tahun 2010, disebutkan jika Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) adalah yang menjadi acuan dalam pemilukada. Kalau DP4 yang diserahkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang disaring dari data kependudukan adalah yang menjadi acuan pemutakhiran, maka maklum jika DPT menjadi bermasalah karena DP4 itu sendiri bermasalah.

"Diakui atau tidak data, kependudukan kita masih kacau balau. Apalagi Jakarta adalah ibukota yang menjadi daya tarik masyarakat untuk datang berbisnis membutuhkan identitas KTP Jakarta. Kalau itu terjadi, maka tentu masih banyak KTP ganda di Jakarta," tuturnya.

Menurutnya, bukan hal aneh bila dalam penyusunan DPT pun, hal yang sama (pemilih ganda) bisa terjadi. Sebab dalam penyusunan DPT memang modal dasarnya adalah data kependudukan yang notabene validitasnya juga bermasalah.

"Terlepas masih buruknya sistem administrasi kependudukan kita, munculnya kekacauan DPT tersebut menunjukkan masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam penyusunan DPT," pungkas Sunanto.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rmd/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%