Minggu, 10/06/2012 10:24 WIB
Antara STAN dan Korupsi
Arief mengakui hal yang perlu dilakukan saat ini adalah membenahi sistem penerimaan pegawai baru di lingkungan Pajak. Ia berharap Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dilebur dan tak lagi menjadi sumber pegawai baru di kemenkeu.
"Jangan lagi mengutamakan penerimaan dari internal/institusi pendidikan yang berada di bawah Kemenetrian Keuangan. Bila perlu Institusi pendidikan tersebut (STAN) dilebur jadi satu dengan perguruan tinggi negeri," kata Arief Budimanta kepada detikFinance, Kamis (7/6/2012).
Sekilas pernyataan Arief seakan masuk akal, tetapi kalau kita lebih mendalam, sesungguhnya pemikiran itu tidak dapat diterima. Keberadaan STAN sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) di bawah Kementerian Keuangan dan kasus korupsi di dalamnya, sesungguhnya tidak saling terkait.
Alasan seseorang masuk STAN tentu tidak terkait dengan kasus korupsi yang terjadi di Kementerian Keuangan terutama Direktorat Jenderal Perpajakan. Saya adalah alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) yang juga salah satu PTK di bawah Badan Pusat Statistik (BPS).
Saya dulu juga mendaftar STAN. Alasan saya ingin kuliah di STAN atau pun STIS adalah karena bebas biaya kuliah dan adanya ikatan dinas. Bagi kami, orang tua yang hanya pas-pasan untuk makan, kuliah di PTK adalah menjadi pilihan tepat.
Kuliah tidak lagi terbebani masalah biaya kuliah dan setelah lulus tidak bingung mencari pekerjaan.
Suami saya adalah alumnus STAN. Alasannya masuk STAN pun tidak beda jauh dengan saya. Bebas biaya kuliah dan ikatan dinas.
Setelah memasuki dunia kerja, tidak bisa dipungkiri bahwa celah-celah untuk melakukan tindakan korupsi itu memang ada. Hal ini bukanlah karena dia adalah alumnus STAN atau STIS.
Tetapi lebih karena penerapan sistem di negeri ini yang kapitalis liberal, sehingga memunculkan individu-individu yang hidup di dalamnya pun hanya berorientasi pada materi.
Ditunjang pula dengan sistem sanksi peradilan yang memang tidak memberikan efek jera bagi para pelaku tindak korupsi dan tidak mampu mencegah pihak-pihak yang berniat korupsi.
Buktinya, pelaku tindak korupsi tidak semata hanya lulusan STAN dan sejenisnya, tetapi juga dari perguruan tinggi lain.
Heny Widiastuti
Otista Jatinegara, Jakarta Timur
umminyadaffa@gmail.com
085743193664
seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV
(wwn/wwn)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
509 share this. -
Ada Perbaikan Jalan, Tol Cawang Arah Bekasi Macet 6 KM
240 share this. -
5 Pengedar Narkotika Dibekuk di LP Nusakambangan
237 share this. -
Bom Saat Prosesi Pemakaman di Pakistan, 27 Orang Tewas
36 share this. -
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
5 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Opini Terbaru
Indeks Opini »
-
Kamis, 13/06/2013 13:14 WIB
Solusi Pembatasan BBM Bersubsidi
-
Kamis, 13/06/2013 08:08 WIB
Urgensi Pengadaan Pojok ASI di Tempat Umum
-
Selasa, 11/06/2013 08:27 WIB
Sekilas Mengenai Pengembangan Bandar Udara Soekarno Hatta
-
Jumat, 07/06/2013 06:22 WIB
BBM Boleh Naik, Tapi Sebaiknya tidak Sama Rata
-
Senin, 03/06/2013 08:35 WIB
Melangitkan Pancasila
-
Rabu, 19/06/2013 01:22 WIB
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
-
Rabu, 19/06/2013 03:28 WIB
Tiga Pasangan Minta Pilgub Sumsel Diulang
-
Rabu, 19/06/2013 02:40 WIB
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
-
Rabu, 19/06/2013 02:29 WIB
Bom Saat Prosesi Pemakaman di Pakistan, 27 Orang Tewas
-
Rabu, 19/06/2013 01:38 WIB
Ada Perbaikan Jalan, Tol Cawang Arah Bekasi Macet 6 KM
-
Selasa, 18/06/2013 17:52 WIB
Ini Penampakan Tas Henry yang Disilet Oknum di Bandara
-
Selasa, 18/06/2013 09:04 WIB
3 Gaya Lepas Kangen Fathanah-Sefti di Bui KPK
-
Selasa, 18/06/2013 06:58 WIB
Rieke: BBM Naik, Upah Buruh Juga Harus Naik 30 Persen
-
422 Komentar
-
356 Komentar
-
283 Komentar
-
255 Komentar
-
223 Komentar
-
209 Komentar
-
195 Komentar
-
191 Komentar
-
Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Selasa, 18/06/2013 22:20 WIB
Mahasiswa Kembali Blokir Jl Diponegoro, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
-
Selasa, 18/06/2013 21:27 WIB
KPU Publikasikan Profil Lengkap Caleg DPR RI
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

