Sabtu, 09/06/2012 16:59 WIB
Bantuan Dana Kampanye NasDem 'Undang' Politisi Kutu Loncat
"Partai baru maupun lama yang tidak mempunyai kekuatan financial dan dukungan jaringan media massa, bisa jadi ngos-ngosan menghadapi NasDem," ujar pengamat politik dari LSI, Buhanudin Muhtadi, kepada detikcom, Sabtu (9/6/2012).
Berbekal jaringan media massa nasional yang dimiliki petingginya, NasDem tidak kesulitan membangun popularitas di tingkat nasional. Namun parpol baru tersebut belum memiliki infrastruktur yang kuat dengan bakal calon legislator yang cukup mengakar di masyarakat daerah pemilihan bersangkutan.
Kondisi sebaliknya dimiliki oleh partai politik menengah lama. Meski tidak mempunyai dukungan media massa nasional dan kekuatan financial yang besar, tapi basis pendukungnya sudah terbina karena tokoh-tokohnya sudah mengakar di masyarakat.
Partai politik menengah seperti ini yang dinilai rawan kena imbas dari program insentif dana kampanye NasDem, yaitu 'bedhol desa' politisi lokal. "Seperti PPP dan PKB, itu rawan. Politisi 'kutu loncat' itu bukan cerita baru di Indonesia," papar Burhanudin.
Tapi bagaimana dengan parpol besar yang popularitasnya terus menurun seperti PDIP dan PD?
"PD masih memiliki magnet tokoh nasional, yaitu Pak SBY. Gerindra bisa mengandalkan Pak Probowo yang populasitasnya terus naik. Sedangkan PDIP, massa-nya ideologis," jawab Burhanudin Muhtadi.
Seperti diberitakan sebelumnya, NasDem menyediakan dana kampanye sebesar Rp 5-10 milyar kepada setiap calon legislatornya. Menariknya, program insentif dana kampanye tersebut juga terbuka bagi politisi dari partai politik lain yang bersedia berjuang bersama NasDem untuk menghadapi Pemilu 2014.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(lh/trq)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
587 share this. -
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
566 share this. -
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
531 share this. -
Pertama di Indonesia! Pemakai Diampuni karena Ungkap Mafia Narkoba
495 share this. -
Mengerikan! 9 Siswa di Nigeria Ditembak Mati Saat Ujian
348 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 19/06/2013 15:47 WIB
Tak Semua Trayek Masuk Terminal Pulogebang
-
Rabu, 19/06/2013 15:44 WIB
Meski Telah Ditertibkan, Pasar Minggu Tetap Dipenuhi PKL
-
Rabu, 19/06/2013 15:39 WIB
Ketua PDIP Jadi Korlap Demo BBM, Pramono: Itu Ekspresi Masyarakat
-
Rabu, 19/06/2013 15:37 WIB
Saat Syekh Tifatul Dipanggil Bro
-
Rabu, 19/06/2013 15:33 WIB
Imparsial Imbau SBY Pilih Kapolri dari Bintang 3 yang Tidak Karbitan
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Saling Lontar Sindiran, Kubu Tifatul dan Anis Matta Adu Kuat di PKS?
-
Rabu, 19/06/2013 13:07 WIB
Ini 5 Penampakan Aksi 'Tikus' di Bandara
-
Rabu, 19/06/2013 14:08 WIB
Celoteh Jokowi tentang Kecelakaan hingga Jarang Berbaju Lengan Pendek
-
Rabu, 19/06/2013 14:17 WIB
Banyak Dihujat di Twitter, Fahri Hamzah Anggap Sebagai Latihan
-
Rabu, 19/06/2013 15:25 WIB
Mobil Camry Wamen ESDM Terobos Masuk Jalur TransJ di Sudirman
-
Rabu, 19/06/2013 14:25 WIB
Polri akan Akomodir Polwan yang Ingin Berjilbab
-
Rabu, 19/06/2013 14:48 WIB
Jokowi Nilai Prananda Prabowo Berpotensi Jadi Penerus Mega
-
Rabu, 19/06/2013 15:15 WIB
Perkosa dan Bunuh Wanita Imigran, Pria Australia Dibui Seumur Hidup
-
431 Komentar
-
359 Komentar
-
291 Komentar
-
260 Komentar
-
229 Komentar
-
210 Komentar
-
203 Komentar
-
198 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 12:01 WIB
Makam Sabeni Sempat Numpang di Ruang Tamu Sebelum Dipindah ke Karet
-
Rabu, 19/06/2013 11:39 WIB
Pesan Mahfudz untuk Tifatul Cs: Santai Aja Bro
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

