detikcom

Sabtu, 09/06/2012 14:58 WIB

1 Orang Tewas Akibat Tabrakan Beruntun di Tol Amplas Medan

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Ali Hasan Siregar (41) meninggal dunia menyusul insiden tabrakan beruntun jalan tol Belmera, Medan. Ia merupakan warga Depok, Jawa Barat.

"Iya satu orang akhirnya meninggal dunia dalam kecelakaan itu," kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan, Komisaris Polisi (Kompol) Rishya Mustario kepada wartawan di Medan, Sabtu (9/6/2012).

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, korban yang meninggal itu merupakan pengemudi Daihatsu Xenia.

Dia diiidentifikasi sebagai Ali Hasan Siregar (41), beralamat di Jl. Lematang I/124, RT 6/4 Bakti Jaya, Depok. Jenazahnya saat ini masih berada di Rumah Sakit Umum (RSU) Grand Medistra, Lubuk Pakam, Deli Serdang.

Korban meninggal dunia karena kondisinya sangat kritis karena sempat terjepit di kursi pengemudi. Dia sempat dibawa ke RSU Nursaadah, Tanjung Morawa, namun kemudian dirujuk ke RSU Grand Medistra. Ali akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit Grand Medistra tersebut.

Kecelakaaan beruntun di ruas jalan tol Belmera, Medan, terjadi di dekat pintu masuk Amplas. Bermula ketika Daihatsu Xenia warna hitam BK 1470 KP baru masuk pintu tol melaju kencang, lantas menabrak minibus Isuzu Elf BK 7196 DO yang membawa sejumlah karyawan perusahaan biskuit.

Setelah itu, Xenia menghantam Suzuki Katana warna merah BK 1419 DJ yang juga menuju pintu keluar tol, searah dengan Isuzu Elf. Sejumlah korban luka saat ini dirawat di RSU Estomihi, Jl. Sisingamangaraja, Medan.


Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/aan)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
70%
Kontra
30%