Sabtu, 09/06/2012 08:13 WIB
BNP2TKI Dinilai Tak Serius Lindungi TKI di Suriah
"BNP2TKI dan PJTKI tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Kemenlu RI saat ini siap mengevakuasi 12.600 TKW dari Suriah , tapi sampai saat ini seperti biasanya tidak punya data yang akurat siapa dan dimana mereka , termasuk kacau balaunya pelayanan asuransi yang menjadi hak mereka . Sampai saat ini Kemenlu dibantu tim TNI dan BIN , telah membuka posko utama di 3 tempat . Di Damaskus ( KBRI ) , di perbatasan Turki ( Allepo ) dan di wilayah barat yang bisa disebrangkan lewat laut ( Lattaqia )," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddink, kepada detikcom, Sabtu (9/6/2012).
Menurut Tubagus, TKI akan dievakuasi dengan 4 skenario , pertama dalam situasi kondusif dari daerah tertentu dengan cara reguler lewat darat , kedua bila lewat darat tak memungkinkan maka akan lewat udara dengan menggunakan pesawat reguler. Ketiga bila pesawat reguler tak mungkin maka akan digunakan pesawat carter , keempat bila kemudian dinyatakan sebagai no fly zone, maka akan dijemput di titik-titik tertentu di perbatasan yang telah disiapkan ( Libanon dan Yordan ) .
"Sampai saat ini baru berhasil dievakuasi sebanyak 273 WNI ( 233 TKW dan 40 mahasiswa ) . Hambatan utama yang dialami , pertama karena tak adanya data dimana mereka berada , kedua hambatan transportasi dan komunikasi ( karena ada beberapa daerah yang ditutup ) , ketiga adalah masalah izin , karena tidak semua TKI mendapat izin dari tempat mereka bekerja ," protesnya.
Sebenarnya Komisi I DPR telah menyetujui penggunaan anggaran perlindungan WNI tahun ini sebesar Rp 29 miliar , dan bisa ditambah sesuai kebutuhan di lapangan. Komisi I pun meminta agar pemerintah juga sungguh-sungguh dan bekerja keras melakukan evakuasi WNI dan memberikan perlindungan optimal kepada mereka .
"Komisi I akan terus memonitor operasi evakuasi WNI dari Suriah dengan intensif agar evakuasi dapat dilaksanakan sebaik mungkin,"tandasnya.
(van/van)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 12:35 WIB
Ini 3 Pasal Pidana yang Dijerat ke Aiptu Labora
-
Senin, 20/05/2013 12:33 WIB
PT KCJ: Tarif Progresif Berdasar Jarak Membuat Tarif KRL Lebih Murah
-
Senin, 20/05/2013 12:26 WIB
Cak Imin dan Jero Wacik Laporkan Evakuasi Korban Longsor PT Freeport ke SBY
-
Senin, 20/05/2013 12:20 WIB
Kalah Top dari Jokowi, Ical Terus Gencarkan 'Serangan Udara'
-
Senin, 20/05/2013 12:18 WIB
Korban Longsor Gugat PT Freeport Rp 1,1 Triliun
-
Senin, 20/05/2013 11:20 WIB
Waduk Pluit Dikeruk Lagi, Ahok: Itu Mau Buat Limbah Bukan Kafe
-
Senin, 20/05/2013 11:46 WIB
Dokter: Orang Kaya Royal Bayar Ultah, Tapi Masih Pakai Jamkesda
-
Senin, 20/05/2013 11:56 WIB
Pelajar Anggota Geng Klewang Menangis Minta Bisa Sekolah Lagi
-
Senin, 20/05/2013 10:00 WIB
Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius
-
Senin, 20/05/2013 12:13 WIB
Korban Longsor Gugat PT Freeport Rp 1,1 Triliun
-
Senin, 20/05/2013 11:09 WIB
Menghilang Berbulan-bulan, Milyuner AS Diduga Disekap Pengacaranya
-
Senin, 20/05/2013 11:45 WIB
Tri Kurnia Puspita Sambangi KPK
-
Senin, 20/05/2013 09:40 WIB
Perempuan Fathanah, Tri Kurnia Puspita Hadir di KPK
-
351 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
-
212 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 10:18 WIB
2 Agen Khusus FBI Tewas di Virginia
-
Senin, 20/05/2013 10:00 WIB
Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Di balik nikmatnya kopi-kopi yang terseduh di kafe, ada seorang pencicip kopi yang menjadi ujung tombak dari cita rasa kopi. Contohnya Yusianto, salah satu pencicip kopi bersertifikat internasional pertama di Indonesia. Lidahnya bisa dibilang 'senjata' untuk mendapatkan kopi dengan cita rasa unggulan.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

