Sabtu, 09/06/2012 04:10 WIB
Kuasa Hukum Bhakti Investama Keberatan Atas Penggeledahan KPK
Foto: detikcom
Kuasa hukum Bhakti Investama, Andi F Simangunsong mengatakan, dirinya tidak mengerti apa yang dicari oleh KPK. Meski keberatan dengan tindakan KPK, dirinya tetap menghormati kewenangan KPK sebagai aparat hukum untuk melakukan penggeledahan.
"Kita juga tidak terlalu mengerti apa yang dicari oleh pihak KPK. Kita juga tidak terlalu mengerti dalam kaitan apa KPK melakukan penggeledahan, tapi kita menghormati kewenangan KPK selaku aparat penegak hukum," ujar Andi saat ditemui wartawan di gedung MNC Tower Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (9/6/2012).
Andi bahkan memastikan bahwa Bhakti Investama tidak ada kaitannya dalam perkara suap yang sedang ditelusuri KPK ini.
"Kita lihat saja ke depannya. Yang pasti Bhakti Investama tidak ada kaitannya dalam perkara ini. Perkara yang tadi KPK datang," ucapnya.
Andi mengaku keberatan dengan penggeledahan ini. Karena Bhakti Investama tidak pernah menjalin hubungan kerja dengan James Gunarjo, seorang pengusaha yang jadi tersangka dalam kasus ini.
"Kalau dibilang keberatan, ya sebenarnya semua orang pasti keberatan dengan penggeledahan. Tapi karena itu merupakan kewenangan KPK ya silahkan saja. Tapi kita tegaskan bahwa Bhakti Investama tidak ada kaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi manapun. James bukan karyawan dari Bhakti Investama sama sekali, James bukan investor, bukan karyawan, bukan siapa-siapa di Bhakti Investama. Tidak ada yang namanya itu di Bhakti Insvestama," tegasnya.
"Saya ikut mendampingi tadi. KPK bawa surat tugas penggeledahan, kalau tidak mana boleh dia masuk. Penggeledahannya tidak terlalu signifikan, hanya sebentar saja. Untuk lebih lengkap apa saja yang dibawa, silahkan tanya KPK. Yang pasti kita tidak terlalu mengerti kenapa KPK musti menggeledah dan datang ke kantor Bhakti Investama," imbuhnya.
(van/van)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kecanggihan Electronic Banking Center BCA Hadir di Surabaya
0 share this. -
The New Samsung Smart TV 2013
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 22:54 WIB
Kurikulum 2013 Diprioritaskan untuk Sekolah Eks RSBI & Akreditasi A
-
Senin, 20/05/2013 22:50 WIB
Truk Pekerja Perkebunan di Nunukan Terbalik, 4 Tewas
-
Senin, 20/05/2013 22:31 WIB
Otoritas Bandara Selidiki Malaysia Airlines yang Hampir Salah Mendarat
-
Senin, 20/05/2013 22:24 WIB
Kemenkum Upayakan Tingkatkan Anggaran Kesehatan untuk Napi
-
Senin, 20/05/2013 22:14 WIB
Selisih 23 Suara, Romi-Harno Menangkan Kursi Wali/Wawali Kota Palembang
-
Senin, 20/05/2013 14:05 WIB
4 Sentilan Pedas Sefti terhadap Selingkuhan Fathanah
-
Senin, 20/05/2013 07:21 WIB
Kisah Luthfi Hasan di Tukang Cukur
-
Senin, 20/05/2013 07:41 WIB
Jimat Aneh Raja Klewang
-
Senin, 20/05/2013 21:34 WIB
Pelaku yang Diduga Potong Alat Kelamin Abdul Muhyi Seorang Perempuan
-
Senin, 20/05/2013 15:33 WIB
Cek Pembongkaran di Waduk Pluit, Jokowi Ramai Disalami Warga
-
Senin, 20/05/2013 03:42 WIB
Ini Pengakuan Komandan Milisi yang Memakan Jantung Tentara Suriah
-
Senin, 20/05/2013 11:20 WIB
Waduk Pluit Dikeruk Lagi, Ahok: Itu Mau Buat Limbah Bukan Kafe
-
Senin, 20/05/2013 16:38 WIB
Terkait Fathanah, Tri Kurnia Kembalikan Uang Rp 400 Juta ke KPK
-
354 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
-
210 Komentar
-
206 Komentar
-
204 Komentar
-
174 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 17:12 WIB
Johan Budi: KPK Belum Peroleh Data Aliran Dana Fathanah ke PKS
-
Senin, 20/05/2013 17:00 WIB
Dituding Singkap Rok Siswi SD, FS Mengaku Bantu Bukakan Sepatu
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)





Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

