detikcom
Sabtu, 09/06/2012 00:32 WIB

Popularitas Runtuh, PD Lakukan Evaluasi Internal

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Foto: detikcom
Jakarta - Popularitas Partai Demokrat sebagai pemenang pemilu 2009 terus runtuh. Kini popularitas PD di bawah 10 persen, evaluasi internal pun dilakukan.

"PD tetap akan bekerja terus mendukung program pemerintahan SBY untuk membangun bangsa dan negara. PD tetap beraktifitas mengikuti ritme kegiatan atau program kerja di masing-masing tingkatan. PD juga harus terus melakukan koordinasi dan konsolidasi partai terutama menghadapi pemilu yang akan datangm PD tentu melakukan perbaikan dan evaluasi internal," kata Ketua DPP PD, Andi Nurpati, kepada detikcom, Sabtu (9/6/2012).

Menurut Nurpati, evaluasi dilakukan di banyak lini. Termasuk mengevaluasi kader PD, karena runtuhnya popularitas PD sebagian dikarenakan kasus wisma atlet yang menjerat sejumlah elit PD.

"Hasil survei tentu akan menjadi bagian yang akan diperhatikan oleh PD, menurunnya popularitas PD diprediksi karena kasus wisma atlet yang menjerat beberapa orang pengurus DPP PD. Tentu PD melakukan mekanisme sesuai aturan internal dan menghormati proses hukum di KPK,"katanya.

Dalam survei terakhir, popularitas PD turun hingga di bawah 10 persen. Bahkan survei yang dilakukan PDI Perjuangan tersebut menempatkan PD di bawah Gerindra. Hasilnya, jika pemilu digelar hari ini, maka Golkar yang menjadi favorit. Populasi survei adalah pemuda Indonesia, yakni mereka yang berusia di bawah 30 tahun sesuai dengan UU Pemuda.

Pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah: "Seandainya pemilu legislatif dilaksanakan hari ini parpol apa yang akan Anda pilih untuk tingkat DPR Pusat atau DPR RI?"

Dari survei didapat hasil:

1. Golkar (15,8 persen)
2. PDIP (13,9 persen)
3.Gerindra (9,9 persen)
4. Demokrat (6,8 persen)

Pertanyaan lainnya: "Seandainya pemilu legislatif dilaksanakan hari ini dan ada 10 parpol, parpol apa yang akan Anda pilih untuk DPR RI?"

Dari survei didapat hasil:

1. Golkar (16,8 persen)
2. PDIP (13,7 persen)
3. Gerindra (9,8 persen)
4. Demokrat (7 persen)

(van/van)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel