BBC Indonesia
Jumat, 08/06/2012 22:00 WIB

PM Jepang: reaktor nuklir harus diaktifkan

BBCIndonesia.com - detikNews
PM Noda

PM Yoshihiko Noda mengatakan reaktor nuklir perlu dibuka untuk melindungi rakyat.

Jepang harus mengaktifkan kembali dua reaktor nuklir untuk melindungi perekonomian, kata Perdana Menteri Yoshihiko Noda dalam pidato televisi.

Noda mengatakan sejumlah langkah untuk menjamin keamanan reaktor Ohi di barat Jepang telah dilakukan.

Sejak bencana nuklir Fukushima tahun lalu, Jepang menutup 50 reaktor untuk pemeriksaan rutin.

Bencana ini memicu penentangan publik terhadap pembangkit nuklir.

Bulan lalu, pemerintah meminta kalangan bisnis dan rumah tangga di sejumlah tempat di Jepang untuk menghemat penggunaan listrik sebesar 15% untuk mencegah pemadaman.

Reaktor nuklir terakhir yang dimatikan untuk pemeriksaan rutin dilakukan bulan lalu.

Dengan dimatikannya reaktor nuklir ini, Jepang tidak memiliki pasok energi dari nuklir untuk pertama kalinya dalam lebih 40 tahun ini.

Kepercayaan publik atas keamanan nuklir terguncang setelah rusaknya pembangkit Fukushima, menyusul gempa dan tsunami Maret tahun lalu.

Unjuk rasa

"Pasok listrik yang murah dan stabil adalah hal penting. Bila semua reaktor yang sebelumnya memasok 30% listrik Jepang dihentikan atau tetap dimatikan, masyarakat Jepang tidak dapat bertahan," kata Noda.

Ia menambahkan sejumlah perusahaan kemungkinan harus memindahkan produksi ke luar Jepang dan hal itu akan mempengaruhi sektor tenaga kerja.

"Ini adalah keputusan saya bahwa reaktor Ohi nomor 3 dan 4 harus diaktifkan kembali untuk melindungi kehidupan rakyat," kata Noda.

Noda dan para anggota kabinet akan menetapkan keputusan resmi pekan depan bila gubernur kawasan Fukui -tempat reaktor berada- menyepakati langkah ini.

Tetapi keputusan ini sangat kontroversial, kata wartawan BBC Roland Buerk.

Sebelumnya, anggota parlemen dari partai yang memerintah mendesak Noda untuk "sangat berhati-hati" dalam menangani masalah reaktor nuklir ini.

Sejumlah orang melakukan unjuk rasa di Tokyo, menentang pengumuman Noda dengan membawa spanduk bertuliskan, "Kami menentang diaktifkan kembali (reaktor nuklir)."

Bulan April lalu, pemerintah menetapkan panduan keamanan untuk reaktor nuklir dalam upaya agar kepercayaan masyarakat kembali pulih.

Panduan itu termasuk pemasangan saringan khusus untuk mencegah ledakan hidrogen.

(bbc/bbc)



Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
    Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
    Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra Index »

Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
Pro
56%
Kontra
44%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
  • Rp .000
  • Rp .000