detikcom
Jumat, 08/06/2012 21:06 WIB

Security Sempat Halangi Penyidik KPK Masuk MNC Tower

Foto: detikcom
Jakarta - Upaya penyidik KPK menggeledah kantor Bhakti Investama ternyata sempat tak berjalan mulus. Sekitar 20 petugas KPK yang masuk ternyata sempat dihalang-halangi security MNC.

Informasi yang didapatkan detikcom, penyidik KPK yang datang sore tadi tidak bisa langsung masuk ke lantai 5 MNC Tower. Mereka beberapa saat tertahan di bawah karena dihadang security.

Setelah bernegosiasi beberapa saat, akhirnya tim KPK berhasil masuk ke lantai 5 MNC Tower.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kumindar, petugas keamanan MNC mengatakan ada perintah dari atasan untuk tidak memperbolehkan siapapun masuk. "Perintah dari atasan semua tidak boleh masuk," ujarnya di Tower MNC, Jl Kebon Sirih Jakpus, Jumat (8/6/2012).

Selain menggeledah kantor Bhakti Investama di MNC Tower, tim KPK menggeledah rumah tersangka James Gunarjo di Tebet, Jakarta Selatan. Dua penggeledahan serentak ini terkait kasus suap pegawai pajak KPP Sidoarjo, Tomy Hindratno.

"Tim bergerak tadi sore ke dua tempat. Di MNC dan di rumah James," bisik sumber detikcom di KPK, Jumat (8/6/2012).


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(van/van)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%