Jumat, 08/06/2012 11:47 WIB
Muarif Mengembara di Lautan, Belajar Banyak Pada Kapal
"I Learn everything from the ship," ucap Muarif, asisten manager sekaligus kepala pelayan makan malam di kapal pesiar Voyager of The Seas. Hal itu disampaikan dia dalam pelayaran Voyager of The Seas pada 29 Mei hingga 2 Juni 2012 lalu yang mengambil rute Singapura-Malaysia-Thailand.
Pelajaran yang didapat Muarif antara lain adalah bagaimana menghadapi banyak orang dari berbagai negara yang berbeda kebudayaan dan sekaligus memiliki karakter berbeda. Dia juga belajar memperlancar komunikasi dengan bahasa Inggris. Dan seabrek hal-hal baru yang dulu tidak pernah dipelajarinya.
"Tentu tidak tiba-tiba mendapat posisi ini di kapal. Saya benar-benar memulai dari bawah. Dulunya saya asistant waiter, lalu waiter, dengan kerja keras saya promosi jadi supervisor, lalu jadi asisten manager," tutur pria 29 tahun ini.
Muarif menuturkan masa sekolahnya dihabiskan di Jakarta. Selulus SMA, dia ingin melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Tapi karena orang tua tidak sanggup membiayai apalagi Muarif masih punya dua adik, akhirnya dia memilih magang di hotel.
Beberapa bulan magang, Muarif lantas membaca iklan lowongan pekerjaan di kapal pesiar. Dia pun mengajukan lamaran. Syukurlah dia diterima. Petualangan di lautan pun dimulai di tahun 2000.
Sebagaimana pekerjaan lain, bekerja di kapal pun ada suka dan dukanya. Sukanya, dia bisa pergi keliling dunia dan belajar banyak hal. Namun dukanya dirinya harus hidup terpisah jauh dari keluarga. Untunglah teknologi berkembang pesat sehingga meski di lautan, dia bisa menelepon orang tua dan kedua adiknya di rumah.
"Yang menyebalkan ada banyak, utamanya dealing with the guests. Ada tamu yang punya ekspektasi tinggi dan kita tidak bisa memenuhinya. Misalnya nggak suka dengan makanan yang disajikan. Kami cuma bisa melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan," terang pria yang belum ingin menikah ini.
Menurutnya, banyak orang yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakangnya. Banyak orang yang harus beradaptasi, belajar hal baru, untuk bisa terlibat dalam pekerjaan tertentu. Muarif adalah salah satu bukti. Bukti lainnya adalah Yaman, manager asal Turki yang juga bekerja di Voyager of The Seas.
"Semua orang itu struggling. Manager saya juga sama seperti saya, mulai dari bawah. Dan kita berjuang, melakukan yang terbaik, hingga akhirnya dipercaya dengan tanggung jawab ini," kisah Muarif.
Meski menikmati pekerjaannya, namun Muarif tak ingin berlama-lama bekerja di kapal pesiar. Dia lebih menyukai bekerja di darat dan dekat dengan keluarga. Muarif menargetkan akan bekerja di kapal pesiar hingga 5 tahun mendatang.
"Setelah itu ingin punya kapal sendiri ha ha. Saya inginnya kembali ke Indonesia, bekerja di negeri sendiri," sambung pria berperawakan tinggi ini.
Laut tidak selamanya tenang. Terkadang kapal harus melintasi terjangan gelombang yang cukup besar, sehingga membuat penumpang di kapal merasa sedikit pusing dan mual. Bahkan terkadang cuaca tidak bersahabat. Apakah hal itu membuat Muarif takut?
"Kita nggak pernah tahu kapan bahaya datang. Tidak di laut, tidak di darat, bahaya bisa datang kapan saja. Yang penting adalah safety first. Kita semua nggak mau mengalami seperti apa yang terjadi dengan Costa Concordia," ucap Muarif.
Untuk diketahui, di kapal Voyager of The Seas yang merupakan kapal terbesar yang melintasi Asia ini, terdapat sekitar 150 koki dari sekitar 30 negara. Secara keseluruhan, di kapal tersebut bekerja sekitar 100 orang berkebangsaan Indonesia. Mereka tersebar di bagian keamanan, kebersihan, maupun pelayan.
Saat itu, waktu kapal menunjukkan pukul 00.00. Makan malam sudah lama lewat. Usai berbincang dengan wartawan, Muarif bergabung dengan rekan-rekannya. Memberi instruksi ini dan itu agar ruang restoran kapal yang setara dengan hotel bintang lima itu rapi kembali.
Waktu berdetak, Muarif dan rekan-rekannya bahkan kerap tak sadar hari ini hari apa dan tanggal berapa. Sebab di laut, hari seolah tak dikenal. Dalam lelah karena melayani ribuan tamu kapal, mereka tak kehilangan keramahan dan semangat. Karena dalam diri masing-masing ada mimpi yang dibangun dari kapal ini.
Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(vit/nrl)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
296 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
258 share this. -
Kabut Asap Bawa Berkah Bagi Sopir Taksi Singapura
216 share this. -
Enggan Naikkan Tarif Pasca BBM Naik, Pengusaha Angkot Minta Subsidi
205 share this. -
Pintu Masuk Imigran Gelap Ada di Sepanjang Garis Pantai Indonesia
161 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Tokoh Terbaru
Indeks Tokoh ยป
-
Jumat, 14/06/2013 17:23 WIB
Ayesha Farooq, Pilot Jet Tempur Perempuan Pertama di Pakistan dan Berjilbab
-
Jumat, 07/06/2013 13:33 WIB
Ahmad Redi, Peraih Doktor Hukum Tercepat dalam Sejarah FHUI
-
Rabu, 05/06/2013 10:06 WIB
Tim Samaras, Pengejar Tornado yang Pergi dalam Dekapan Puting Beliung
-
Senin, 03/06/2013 17:26 WIB
Gresi Tifani, Putri Papua yang Bakal Bawa Pesan Persatuan ke Inggris
-
Kamis, 30/05/2013 20:02 WIB
Christy Zakarias, Mengajar Bahasa Inggris Gratis dan Sabet Diana Award
-
Kamis, 20/06/2013 08:27 WIB
Langkah Jokowi Batasi Jam Kelab Malam Diapresiasi KPAI
-
Kamis, 20/06/2013 08:18 WIB
Singapura Pakai Satelit, Cari Perusahaan yang Sebabkan Kebakaran Lahan
-
Kamis, 20/06/2013 07:33 WIB
Tahun Depan PRJ Lebih Baik Diadakan di 5 Kota Madya DKI Jakarta
-
Kamis, 20/06/2013 08:08 WIB
Pemakai Diampuni Karena Ungkap Mafia Narkoba, MA Akui Putusannya Bijaksana
-
Kamis, 20/06/2013 08:56 WIB
Ratusan Personel Polisi dan TNI Siaga di Sidang Cebongan
-
Kamis, 20/06/2013 07:26 WIB
Pengacara Antasari Sebut JK akan Jadi Saksi di MK Hari Ini
-
Kamis, 20/06/2013 09:03 WIB
12 Prajurit Kopassus Berbaret Merah Tiba Dilmil Yogya
-
Kamis, 20/06/2013 06:12 WIB
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
-
428 Komentar
-
356 Komentar
-
223 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
193 Komentar
-
183 Komentar
-
178 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 04:18 WIB
Kantor PBB di Somalia Diserang Bom Bunuh Diri, 16 Orang Tewas
-
Kamis, 20/06/2013 01:27 WIB
Pintu Masuk Imigran Gelap Ada di Sepanjang Garis Pantai Indonesia
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)










_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

