detikcom
Jumat, 08/06/2012 06:50 WIB

1 Pucuk Senpi FN Rakitan Buatan Cipacing Dibanderol Rp 3,5 Juta

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Senjata api rakitan di kawasan Cipacing, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dijual ke beberapa jaringan perampok bersenjata api. Untuk sepucuk senjata api rakitan jenis FN dijual dengan harga yang lumayan terjangkau.

"Satu pucuk senpi rakitan jenis FN ini dijual rata-rata Rp 3,5 juta," kata Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada wartawan di Cipacing, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (8/6/2012) dini hari tadi.

Tidak hanya itu, untuk pembelian lebih dari satu pucuk, pembeli senpi rakitan buatan Cipacing ini akan mendapat bonus.

"Kalau beli dua pucuk, bonusnya 10 butir peluru," ujar Herry yang memimpin langsung penggerebekan.

Herry mengatakan, sejumlah sindikat yang mendapat pasokan senjata api di antaranya perampok toko emas Ciputat, Tangerang selatan pada Februari 2012 lalu. Salah satu pelaku perampokan toko emas membeli 3 pucuk senpi rakitan jenis FN.

"Senpinya diantar ke pasar Bandar Jaya, Lampung Tengah, diantar akhir Mei 2012," katanya.

Kemudian, 2 pucuk senpi jenis FN rakitan Cipacing ini dijual kepada tersangka perampokan toko emas lain di wilayah Ciputat, Tangsel pada Februari 2012 lalu.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/trq)



Sponsored Link
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%