detikcom
Rabu, 06/06/2012 20:49 WIB

Dukung Rosidi, Petani Hadiahi Kayu Jati ke Perhutani

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rosidi dikawal petugas kejaksaan (angling/detikcom)
Jakarta - Puluhan petani dari berbagai daerah di Kendal, Jawa Tengah menggelar aksi solidaritas di luar ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Kendal. Aksi tersebut diperuntukkan bagi Rosidi, petani yang terancam hukuman 10 tahun penjara karena mengambil satu batang jati.

Staf Divisi Tanah dan Lingkungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, Kristian Feran mengatakan aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas mendukung Rosidi agar terlepas dari dakwaan. Para petani membawa potongan pohon jati dan beberapa tanaman keras lainnya

"Mereka membawa beberapa batang jati sepanjang setengah meter dan tnaman keras lainnya sebagai bentuk solidaritas," kata Kristian saat dihubungi detik.com, Rabu (6/6/2012).

Usai persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak pelapor, puluhan petani tersebut memberikan tanaman dan kayu jati kepada pihak Perhutani Kali Bodri Pegandon sebagai simbol ganti rugi atas perbuatan yang dilakukan Rosidi.

"Tapi pihak Perhutani menolak menerima kayu dan tanaman tersebut," imbuh Kristian

Karena pihak Perhutani menolak menerima pemberian dari para petani, maka mereka melakukan aksi protes dengan menaruh kayu jati dan tanaman tersebut di atas mobil milik Perhutani. Alhasil kayu jati, pohon pisang, mangga, jambu, angsana, dan carson menghiasi atap mobil milik Perhutani.

"Kita tegaskan ini tidak akan sampai di sini saja. Akan ada aksi lanjutan ke unit satu Perhutani di Semarang," pungkas Kristian dengan semangat.

Seperti diketahui, Rosidi mengambil pohon jati yang ditebang dan dibiarkan terbengkalai di hutan pada 5 November 2011. Tetapi baru 4 bulan setelah itu dia ditangkap dan dipenjara.

Akibat tuduhan tersebut, Rosidi meringkuk di penjara sejak tertangkap, yakni 22 Februari 2012. Rosidi didakwa pasal 50 ayat 3 UU No 41/1999 tentang Kehutanan. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara serta denda maksimal Rp 5 miliar.



Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(asp/try)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%