detikcom
Rabu, 06/06/2012 18:20 WIB

17 Motor Tanpa Surat Disita Polsek Cengkareng, Diduga Hasil Curian

Dhurandhara - detikNews
Jakarta - Polsek Cengkareng berhasil menyita sejumlah sepeda motor tanpa surat-surat resmi. Diduga sepeda motor ini merupakan hasil pencurian kendaraan bermotor di beberapa wilayah DKI Jakarta dan Tangerang.

"Anggota reskrim melaksanakan observasi wilayah, kemudian mendapat informasi dari warga. Bahwa pelaku mengendarai truk BG 8363 B, memuat berbagai jenis kendaraan yang tidak dilengkapi dengan surat-surat," kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Suntana, dalam jumpa pers di Polsek Cengkareng, Jl Kamal Raya, Jakarta Barat, Rabu (6/6/2012).

Menurut Suntana, saat itu truk bermuatan 14 sepeda motor ini melintas di Jl Bangun Nusa RW 03, Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Pengemudi truk tersebut, Ahsin ditangkap.

"Setelah dilakukan penyidikan terhadap perkara tersebut, ternyata 14 unit sepeda motor di truk itu didapat dari masing-masing penjual," jelasnya.

Di antara penjual tersebut berinisial HA. Ahsin mendapat motor dari HA sebanyak 8 motor. Sementara 6 motor lagi didapat dari daerah Kalijodo, Tambora, Jakarta Barat.

"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap HA, ternyata ia menyimpan 3 unit sepeda motor Yamaha Mio yang tidak jauh dari rumahnya," tambahnya.

HA menjual berbagai jenis sepeda motor dari masing-masing penjual berinisial NB, K, T, J, A, dan P.

"T, J, A, dan P belum tertangkap," ucapnya.

Total sepeda motor yang disita yakni 17 motor. Berikut sejumlah kendaraan bermotor yang ada di Polsek Cengkareng:

1. Honda Blade warna oranye tanpa nopol
2. Honda Beat warna pink B 3583 NMP
3. Honda Beat warna biru B 3125 BJM
4. Yamaha Vega ZR warna hitam tanpa nopol
5. Yamaha Vega ZR warna hijau tanpa nopol
6. Honda supra X 125 warna hitam B 3655 BLU
7. Suzuki FY warna hitam B 3837 NHT
8. Yamaha Mio CW warna putih tanpa nopol
9. Yamaha Mio warna putih B 6681 TJO
10. Yamaha Mio Soul warna hijau tanpa nopol
11. Yamaha Mio warna merah B 6791 WDP
12. Honda Blade warna silver B 3182 BLK
13. Honda Revo warna putih B 6314 BOR
14. Honda Scoopy warna merah marun tanpa nopol
15. Honda Supra Fit B 6540 ULD
16. Honda Blade warna oranye B 6872 UWD
17. Honda Suprafit warna hitam B 6008 OK

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gus/vta)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%