Rabu, 06/06/2012 09:34 WIB

4 Teleskop & Kacamata Tersedia di Planetarium untuk Amati Transit Venus

Nurvita Indarini - detikNews
Foto: Space.com
Jakarta - Jadilah saksi transit Venus, fenomena angkasa yang langka. Hari ini, transit Venus yang terjadi merupakan yang terakhir di abad ini. Planetarium Jakarta pun memfasilitasi pengamatan ini dengan menyediakan 4 teleskop dan kacamata matahari.

"Silakan bagi yang ingin mengamati transit Venus bergabung dengan kami di Planetarium. Kami sudah menyiapkan 4 teleskop dan kami menyediakan juga kacamata matahari," ujar humas Himpunan Astronom Amatir Jakarta, Indra Firdaus, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu ( 6/6/2012) pukul 09.00 WIB.

Teleskop yang disediakan antara lain berjenis ekuatorial, giant binocular dan alt-azimut. Dengan teleskop tersebut, maka masyarakat bisa lebih mudah mengamati transit Venus. Sayangnya langit Jakarta pada pagi ini berawan sehingga menghalangi pengamatan.

"Kalau mau mengamati sendiri di rumah juga bisa. Kami menyediakan kacamata matahari, harganya Rp 35 ribu," terang Indra.

Kacamata matahari ini berbeda dengan kacamata hitam biasa. Sebab kacamata dilengkapi filter untuk menangkis cahaya matahari masuk ke mata.

"Kalau pakai mata telanjang nggak bisa, butuh pengaman seperti kacamata matahari ini sehingga beberapa cahaya bisa ditangkis," ucap Indra.

Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin dalam perbincangan dengan detikcom beberapa waktu lalu mengatakan transit Venus tercatat pernah terjadi pada 9 Desember 1874, 6 Desember 1882 dan 8 Juni 2004. Fenomena ini terjadi kembali pada 6 Juni 2012, diperkirakan pada 12 Desember 2117, 8 Desember 2125, dan 11 Juni 2247.

"Transit Venus berarti Venus melintas tepat di depan matahari. Kalau bulan yang melintas, maka itu gerhana. Kalau Venus yang dilihat dari Bumi kecil sekali, sehingga tampak seperti bintik hitam. Jadi titik hitam ini melintas di piringan matahari," kata Djamaluddin.

Berbeda dengan gerhana bulan yang memang sering terjadi setiap tahun, transit Venus tidak demikian. Sebab bulan memang selalu mengitari matahari. Sedangkan Venus dan Bumi sama-sama mengitari matahari, sehingga kesempatan matahari, Venus dan Bumi berada dalam satu garis jarang sekali.

Dulu, fenomena ini digunakan oleh para astronom untuk menghitung diameter matahari. Namun seiring dengan telah diketahuinya perkiraan diameter matahari, maka dari segi ilmiah tidak ada penelitian yang mencolok. Meski demikian transit Venus menjadi peristiwa yang tak akan dilewatkan para astronom amatir.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vit/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%