Rabu, 06/06/2012 09:17 WIB

Awan Halangi Pengamatan Transit Venus di Planetarium

Nurvita Indarini - detikNews
Foto: Space.com
Jakarta - Hari ini ada peristiwa angkasa yang langka, namanya transit Venus. Ya, planet Venus akan melintas di hadapan matahari sehingga berada dalam satu garis lurus dengan Bumi. Sayangnya pengamatan fenomena ini di Jakarta agak terhalang cuaca yang berawan.

"Tadi sudah kelihatan, tapi kemudian langit mendung. Jadi kelihatan, ketutup awan, kelihatan lagi, begitu terus. Sekarang langit memang sedang berawan sehingga mataharinya tidak kelihatan," ujar humas Himpunan Astronom Amatir Jakarta, Indra Firdaus, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu ( 6/6/2012) pukul 09.00 WIB.

Indra bersama komunitasnya dan masyarakat umum saat ini sedang berada di Planetarium di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) untuk mengamati peristiwa yang akan terjadi seabad lagi itu dengan teleskop. Untungnya Indra sempat memotret fenomena transit Venus itu sebagai dokumentasi.

"Banyak masyarakat yang datang ke Planetarium untuk menyaksikan peristiwa langka ini. Banyak yang antusias. Peristiwa ini terjadi dua kali dalam seabad dengan rentang 8 tahun. Dalam abad ini terjadi pada 2004, 8 tahun kemudian terjadi pada 2012. Dan nanti akan terjadi lagi 2117. Jadi transit Venus kali ini yang terakhir di abad ini," paparnya.

Di bidang astronomi, pengamatan transit Venus bisa digunakan untuk mengetahui diameter planet kedua yang terdekat dengan matahari ini dalam tata surya Bima Sakti ini. "Juga biasa tahu unsur kimianya apa saja dari Venus ini," ucap dia.

Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin dalam perbincangan dengan detikcom beberapa waktu lalu mengatakan transit Venus tercatat pernah terjadi pada 9 Desember 1874, 6 Desember 1882 dan 8 Juni 2004. Fenomena ini terjadi kembali pada 6 Juni 2012, diperkirakan pada 12 Desember 2117, 8 Desember 2125, dan 11 Juni 2247.

"Transit Venus berarti Venus melintas tepat di depan matahari. Kalau bulan yang melintas, maka itu gerhana. Kalau Venus yang dilihat dari Bumi kecil sekali, sehingga tampak seperti bintik hitam. Jadi titik hitam ini melintas di piringan matahari," kata Djamaluddin.

Berbeda dengan gerhana bulan yang memang sering terjadi setiap tahun, transit Venus tidak demikian. Sebab bulan memang selalu mengitari matahari. Sedangkan Venus dan Bumi sama-sama mengitari matahari, sehingga kesempatan matahari, Venus dan Bumi berada dalam satu garis jarang sekali.

Dulu, fenomena ini digunakan oleh para astronom untuk menghitung diameter matahari. Namun seiring dengan telah diketahuinya perkiraan diameter matahari, maka dari segi ilmiah tidak ada penelitian yang mencolok. Meski demikian transit Venus menjadi peristiwa yang tak akan dilewatkan para astronom amatir.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vit/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%