detikcom
Selasa, 05/06/2012 17:32 WIB

Jelang MTQ Nasional, Infrastruktur di Ambon Dikebut

M Hanafi Holle - detikNews
Ambon - Tersisa 3 hari lagi perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional ke XXIV di Kota Ambon Provinsi Maluku, digelar. Kesiapan infrastruktur terus dilakukan. Sejumlah ruas jalan masih dalam tahap perbaikan.

Pantauan detikcom, sejumlah alat berat masih melakukan aktivitas pengerjaan jalan di Jl. Kanawa, Jl. DR. H. Tarmidzi Taher, Jl. Rijali. Bahkan warga terpaksa harus meninggalkan mobil untuk berjalan kaki karena jalan benar-benar tak bisa dilewati.

"Padahal ini waktu kerja. Terpaksa menunggu hingga 2 bahkan 3 jam untuk bisa melewati jalan," ujar warga di sepanjang Jalan.

Begitu pun dengan kawasan Lapangan Merdeka yang akan dijadikan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan MTQ. "Ini hanya finishing saja," ujar salah satu pekerja.

Sementara itu, sejumlah LO mengeluhkan kinerja panitia. Hingga kini, mereka tidak difasilitasi apapun. "Sudah beberapa hari rapat dan kerja, namun belum difasilitasi apapun termasuk transportasi pulang pergi. Padahal anggaran LO itu ada," ujar salah satu LO yang juga mahasiswa IAIN Ambon ini.

Di lain sisi, stok sembilan makanan bahan pokok (sembako) pada sejumlah pasar tradisional di Kota Ambon masih stabil. Terjadi kenaikan harga, namun tidak terlalu mencekik. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon Rudy Wattilete kepada wartawan di Ambon, Selasa (5/6/2012).

"Sesuai pengawasan yang dilakukan kami pada sejumlah pasar masing-masing Pasar Mardika, Valentein dan Pasar Passo, harga penjualan Sembako masih stabil. Meski begitu masih ada kenaikan beberapa jenis barang karena cuaca," ungkap Rudi.

Barang kebutuhan yang mengalami kenaikan harga diantaranya gula, telur dan ayam. Namun, kata dia, kenaikan ini tidak menjadi masalah, karena stok tetap stabil. "Memang gula mengalami kekosongan dan akan masuk dalam beberapa hari sebelum MTQ dengan kapal. Kalau sudah tiba, kami kira harganya akan kembali normal," ucapnya.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(han/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%