Detik.com News
Detik.com
Selasa, 05/06/2012 17:18 WIB

Tambang Emas di Gunung Botak Longsor, 2 Orang Tewas

M Hanafi Holle - detikNews
Ambon - Tambang emas di kawasan Gunung Botak, Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, longsor setelah hujan deras mengguyur. Dua orang tewas tertimbun longsoran.

Kedua warga tersebut belum teridentifikasi. Namun informasi yang dihimpun detikcom, Selasa (5/6/2012), keduanya merupakan warga pendatang dari pulau Jawa. Keduanya pendulang emas di kawasan tambang sejak dua bulan lalu.

Aparat gabungan TNI/Polri dikerahkan untuk mengevakuasi korban yang tertimbun longsor. Butuh waktu enam jam bagi aparat untuk mengevakuasi jasad korban.

Danramil Waeapo, Kapten Catur, kepada wartawan di kota Namlea, mengatakan, setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Lala, Kecamatan Namlea.

Polisi masih menyelidiki penyebab longsor dan identitas korban. "Korban bukan warga Buru, tapi warga pendatang dari pulau Jawa yang datang mengais rejeki di lokasi tambang," tutur Catur.

Selain dua korban tewas, kata Catur, longsor juga menyebabkan seorang patah kaki dan memar di bagian lengan sebelah kanan. "Korban luka juga telah dievakuasi ke RSU Lala untuk mendapatkan perawatan medis," ungkapnya.

Akibat kejadian ini, aktivitas penambangan emas di Gunung Botak terhenti. Para pendulang khawatir terjadi longsor susulan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(han/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%