detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 05/06/2012 17:18 WIB

Tambang Emas di Gunung Botak Longsor, 2 Orang Tewas

M Hanafi Holle - detikNews
Ambon - Tambang emas di kawasan Gunung Botak, Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, longsor setelah hujan deras mengguyur. Dua orang tewas tertimbun longsoran.

Kedua warga tersebut belum teridentifikasi. Namun informasi yang dihimpun detikcom, Selasa (5/6/2012), keduanya merupakan warga pendatang dari pulau Jawa. Keduanya pendulang emas di kawasan tambang sejak dua bulan lalu.

Aparat gabungan TNI/Polri dikerahkan untuk mengevakuasi korban yang tertimbun longsor. Butuh waktu enam jam bagi aparat untuk mengevakuasi jasad korban.

Danramil Waeapo, Kapten Catur, kepada wartawan di kota Namlea, mengatakan, setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Lala, Kecamatan Namlea.

Polisi masih menyelidiki penyebab longsor dan identitas korban. "Korban bukan warga Buru, tapi warga pendatang dari pulau Jawa yang datang mengais rejeki di lokasi tambang," tutur Catur.

Selain dua korban tewas, kata Catur, longsor juga menyebabkan seorang patah kaki dan memar di bagian lengan sebelah kanan. "Korban luka juga telah dievakuasi ke RSU Lala untuk mendapatkan perawatan medis," ungkapnya.

Akibat kejadian ini, aktivitas penambangan emas di Gunung Botak terhenti. Para pendulang khawatir terjadi longsor susulan.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(han/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%