detikcom
Selasa, 05/06/2012 14:01 WIB

Hidayat-Didik Dihadang Sampah & 'Mana Sembakonya?' di Ciliwung

Muhammad Iqbal - detikNews
Jakarta - Saat menyusuri Sungai Ciliwung, cagub dan cawagub DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini kaget bukan kepalang. Mereka dihadang sampah yang menggunung di sepanjang Sungai Ciliwung.

Pengamatan detikcom, Selasa (5/6/2012), Hidayat dan Didik beserta rombongan berangkat dari berangkat dari Jembatan Kalibata, Jakarta Selatan, pukul 10.30 WIB. Rombongan Hidayat dan Didik menumpang 9 perahu karet.

Di daerah Tanjung Sanyang, Hidayat dan Didik disambut tumpukan sampah seluas 30 meter persegi dengan tinggi tumpukan sampah 30 centimeter.

"Saya menyesalkan kondisi seperti ini. Saya tanya tahun 2007 lalu, saat Pak Adang Darajatun menyisir sungai Ciliwung juga tidak ada sampah menggunung seperti ini. Justru 2012 baru ada seperti ini. Masih dibiarkan sampah menggunung dan sungai tidak baik," protes Hidayat.

Menurut dia, dalam konteks memperingati Lingkungan Hidup Sedunia maka kondisi ini harus dikoreksi dan diatasi.

"Ini memang wewenang Dinas PU, tetapi pemerintah tidak bisa lempar tanggung jawab," ujar Hidayat yang juga mantan Ketua MPR ini.

Solusinya, kata Hidayat, harus disediakan bak-bak sampah yang tidak menghadap ke bantaran sungai.

"Tetapi sampahnya tidak dibiarkan menggunung tetapi diangkut," kata dia.

Dikatakan dia, bantaran sungai juga harus dibangun tembok sehingga sampah tidak tumpah ke sungai.

Lantaran ada gunung sampah, mau tidak mau Hidayat dan rombongan harus naik ke daratan dan menarik perahu mereka.

Mereka lantas naik ke kebon pisang, dan melanjutkan perjalanan lagi. Pemandangan yang disuguhi masih sama. Sampah menghiasi pinggiran Sungai Ciliwung.

Sejumlah warga menyambut di pinggiran Sungai Ciliwung, tepatnya di kawasan Jembatan Kampung Melayu. "Pilih Hidayat-Didik. Mana sembakonya?" celetuk warga.

Mendengar itu, Hidayat cuma mesam-mesem. Rombongan kemudian bergerak ke Jatinegara. Hidayat disambut majelis taklim setempat sekitar pukul 11.45 WIB.

Hidayat mengucapkan terima kasih lalu bercengkrama dengan warga yang hadir.


(aan/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel