detikcom
Selasa, 05/06/2012 08:16 WIB

Tawuran Kembali Pecah di Makassar, 19 Mahasiswa Brutal Ditangkap

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Tawuran antar kelompok mahasiswa kembali terjadi di area pondokan mahasiswa, Makassar, Selasa (5/6/2012) dini hari. Sekitar pukul 02.00 Wita, puluhan mahasiswa asal Palopo dan Enrekang hendak menyerang asrama mahasiswa Bulukumba di Jalan Mamoa Raya. Namun aksi ini mendapat halangan dari warga setempat.

Merasa tertahan oleh aksi warga, akhirnya para mahasiswa brutal yang membawa senjata api rakitan, anak panah dan badik ini malah menyerang warga. Setelah sekitar sejam terlibat tawuran, akhirnya aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar berhasil mengamankan lokasi tawuran.

Berikut ini 19 nama mahasiswa brutal yang berasal dari berbagai kampus di Makassar yang berhasil diamankan polisi, yakni: Topik, Yandi, Ario, Ismail, Rahmat Hakim, Ramadhan, Ahmad Riyadi, Syahran, Iksar, Junaidi, Sugianto, Irsan, Faisal, Syamsul, Arman Amir, Anto, Taufik, Amran, Rahmat.

Selain 19 mahasiswa, polisi juga berhasil menyita tiga unit kendaraan bermotor milik mahasiswa. Demikian pula beberapa senjata tajam dan senjata api rakitan yang dipakai mahasiswa dalam tawuran dini hari tadi.

Sebelumnya, Jumat 18 Mei 2012 silam, ratusan mahasiswa asal Palopo berhasil membakar asrama mahasiswa Bulukumba, di Jalan Malengkeri III, Makassar. Menurut keterangan mahasiswa Bulukumba, dendam antara mahasiswa Palopo dan Bulukumba ini dipicu persoalan asmara yang terjadi di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, sekitar bulan Mei 2011.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(rmd/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close