detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 04:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 04/06/2012 13:43 WIB

Pangkostrad M Munir Naik Pangkat

Gagah Wijoseno - detikNews
Jakarta - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 12 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari Pati TNI Angkatan Darat 10 orang dan TNI Angkatan Udara 2 orang, bertempat di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (4/6/2012).

Pelaporan kenaikan pangkat tersebut didasarkan pada Surat Perintah Panglima TNI Nomor : Sprin/1165/VI/2012 tanggal 1 Juni 2012 tentang kenaikan Pangkat ke/dalam Golongan Pati TNI.

Pati TNI yang melaporkan kenaikan pangkat dari TNI Angkatan Darat yaitu: Letjen TNI Drs. Muhamad Munir (Pangkostrad), Mayjen TNI Heru Cahyono, S.H., M.H. (Staf Ahli Kepala BIN Bidang Hukum), Mayjen TNI Avianto Saptono (TA. Pengajar Bid. Hubint Lemhannas RI), Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha Garjitha, S.H. (Staf Ahli Kepala BIN Bidang Hankam), Mayjen TNI Pandu Wibowo (Wadan Sesko TNI), Brigjen TNI Tatang Adi Cahyono (Dir Opsdik Debid Pendidikan Pimpinan Tk. Nasional Lemhannas RI), Brigjen TNI Suratmo M.Si. (Waka Puspen TNI), Brigjen TNI Dr. dr. Robert M. Hutauruk, Sp.OT., FICS., M.M. (Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan RI), Brigjen TNI Sumardi (Karopeg Setjen Kemhan RI) dan Brigjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A. (Sekretaris Pribadi Presiden RI).

Sedangkan dari TNI Angkatan Udara yaitu : Marsma TNI D. Widiantoro, M.B.A. (Kadispamsanau) dan Marsma TNI T. Seto Purnomo (Kabinda Riau BIN). Demikian siaran pers Puspen TNI.

Dalam amanatnya Panglima TNI mengatakan bahwa kenaikan pangkat merupakan bagian dari upaya organisasi dalam memberikan apresiasi dan motivasi guna meningkatkan kinerja dan dedikasi serta menjadi pemicu semangat bagi setiap personel, khususnya pada tataran penentu kebijakan seperti para Perwira Tinggi, dalam mengemban amanah yang lebih besar sesuai tuntutan tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa sejak hampir dua dasawarsa terakhir, dinamika kehidupan bangsa-bangsa dan perkembangan lingkungan strategis dunia, secara relatif didominasi oleh arus besar atau mainstream perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan tersebut tentunya membawa pengaruh yang tidak kecil terhadap kehidupan bangsa-bangsa di dunia, yang tampak dari tingkat perubahan yang semakin cepat dan radikal di berbagai aspek kehidupan manusia. Namun demikian, dibalik perubahan yang terjadi, muncul berbagai permasalahan yang mengakibatkan ketimpangan apabila suatu bangsa tidak dalam kondisi siap untuk menghadapi arus perubahan tersebut, bahkan dapat berdampak merugikan dengan membawa isu-isu global, antara lain : aksi terorisme internasional, kelangkaan energi, pemanasan global, pembangunan kekuatan militer negara besar, dan peperangan yang bersifat asimetris (asymetric warfare).

Acara pelaporan kenaikan pangkat tersebut dihadiri oleh Kasal, Kasum TNI, Wakasad, Wakasau, Dansesko TNI, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI serta segenap Perwira Tinggi di lingkungan TNI.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nrl/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close