detikcom
Senin, 04/06/2012 13:43 WIB

Pangkostrad M Munir Naik Pangkat

Gagah Wijoseno - detikNews
Jakarta - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 12 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari Pati TNI Angkatan Darat 10 orang dan TNI Angkatan Udara 2 orang, bertempat di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (4/6/2012).

Pelaporan kenaikan pangkat tersebut didasarkan pada Surat Perintah Panglima TNI Nomor : Sprin/1165/VI/2012 tanggal 1 Juni 2012 tentang kenaikan Pangkat ke/dalam Golongan Pati TNI.

Pati TNI yang melaporkan kenaikan pangkat dari TNI Angkatan Darat yaitu: Letjen TNI Drs. Muhamad Munir (Pangkostrad), Mayjen TNI Heru Cahyono, S.H., M.H. (Staf Ahli Kepala BIN Bidang Hukum), Mayjen TNI Avianto Saptono (TA. Pengajar Bid. Hubint Lemhannas RI), Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha Garjitha, S.H. (Staf Ahli Kepala BIN Bidang Hankam), Mayjen TNI Pandu Wibowo (Wadan Sesko TNI), Brigjen TNI Tatang Adi Cahyono (Dir Opsdik Debid Pendidikan Pimpinan Tk. Nasional Lemhannas RI), Brigjen TNI Suratmo M.Si. (Waka Puspen TNI), Brigjen TNI Dr. dr. Robert M. Hutauruk, Sp.OT., FICS., M.M. (Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan RI), Brigjen TNI Sumardi (Karopeg Setjen Kemhan RI) dan Brigjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A. (Sekretaris Pribadi Presiden RI).

Sedangkan dari TNI Angkatan Udara yaitu : Marsma TNI D. Widiantoro, M.B.A. (Kadispamsanau) dan Marsma TNI T. Seto Purnomo (Kabinda Riau BIN). Demikian siaran pers Puspen TNI.

Dalam amanatnya Panglima TNI mengatakan bahwa kenaikan pangkat merupakan bagian dari upaya organisasi dalam memberikan apresiasi dan motivasi guna meningkatkan kinerja dan dedikasi serta menjadi pemicu semangat bagi setiap personel, khususnya pada tataran penentu kebijakan seperti para Perwira Tinggi, dalam mengemban amanah yang lebih besar sesuai tuntutan tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa sejak hampir dua dasawarsa terakhir, dinamika kehidupan bangsa-bangsa dan perkembangan lingkungan strategis dunia, secara relatif didominasi oleh arus besar atau mainstream perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan tersebut tentunya membawa pengaruh yang tidak kecil terhadap kehidupan bangsa-bangsa di dunia, yang tampak dari tingkat perubahan yang semakin cepat dan radikal di berbagai aspek kehidupan manusia. Namun demikian, dibalik perubahan yang terjadi, muncul berbagai permasalahan yang mengakibatkan ketimpangan apabila suatu bangsa tidak dalam kondisi siap untuk menghadapi arus perubahan tersebut, bahkan dapat berdampak merugikan dengan membawa isu-isu global, antara lain : aksi terorisme internasional, kelangkaan energi, pemanasan global, pembangunan kekuatan militer negara besar, dan peperangan yang bersifat asimetris (asymetric warfare).

Acara pelaporan kenaikan pangkat tersebut dihadiri oleh Kasal, Kasum TNI, Wakasad, Wakasau, Dansesko TNI, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI serta segenap Perwira Tinggi di lingkungan TNI.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(nrl/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close