Minggu, 03/06/2012 21:57 WIB

Mobil L-300 Masuk Jurang di Lampung, 4 Remaja Terluka

Adan Bakar - detikNews
Lampung, - Diduga karena rem tidak berfungsi, mobil L-300 yang dikendarai seorang pelajar SMP masuk jurang di jalan lintas Liwa-Bandar Lampung, tepatnya di Pekon Giham, Sekincau, Lampung Barat. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Kapolres Lampung Barat AKBP Tatar Nugroho, mengatakan mobil L-300 dengan nomor polisi BE 9574 MB terperosok masuk ke dalam jurung belasan meter, Sabtu (2/6/2012). Mobil tersebut diketahui dekemudikan oleh Joshua Silaban (15), yang ternyata masih pelajar sebuah SMP di Lampung Barat.

"Mobil terperosok masuk ke jurang karena rem blong dan sopir pun tidak bisa mengendalikannya, jurangnya tidak terlalu dalam," kata Tatar, ketika dihubungi detikcom, Minggu (3/6/2012).

Menurutnya, mobil yang berangkat dari Fajarbulan menuju Pekon Giham ini juga membawa tiga remaja lainnya yang merupakan rekan Joshua. Mereka adalah Edo Fajar (16), M. Rizki (16), dan David Suhandra (16).

Keempat pelajar ini pun langsung dibawa ke Puskesmas Sekincau untuk menjalani perawatan. Mereka mengalami luka yang serius.

Tatar menambahkan, pihak kepolisian akan menindaklanjuti kecelakaan ini karena pengendara yang mengemudikan mobil masih pelajar dan tidak memiliki surat izin mengemudi. Apa lagi, kecelakaan membuat beberapa orang luka-luka.

"Bila ada yang melanggar UU Lalu Lintas akan ditindak dan dikenakan hukuman. Namun, status anak yang masih di bawah umur akan jadi pertimbangan," kata dia.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mpr/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%