Sabtu, 02/06/2012 21:27 WIB

Suriah terjerumus ke dalam perang total

BBCIndonesia.com - detikNews
Kofi Annan

Kofi Annan mengeluarkan peringatan keras terkait konflik di Suriah.

Utusan perdamaian PBB dan Liga Arab untuk Suriah Kofi Annan memperingatkan bahwa Suriah terjerumus ke dalam perang total.

Peringatan itu disampaikan oleh Kofi Annan dalam pertemuan khusus Liga Arab di ibukota Qatar, Doha, pada Sabtu (02/06).

"Momok perang saudara total, dengan dimensi sektarian yang mengkhawatirkan, semakin besar setiap hari. Ratusan ribu warga mengungsi," kata mantan sekjen PBB tersebut.

Akibatnya, kata Annan, krisis di Suriah berdampak terhadap negara-negara kawasan dalam bentuk ketegangan dan terjadinya insiden di sepanjang perbatasan.

Lebih lanjut Kofi Annan menjelaskan banyak warga Suriah melarikan diri ke negara-negara tetangga.

"Situasinya rumit dan semua pihak yang terlibat dalam konflik harus bertindak dengan penuh tanggung jawab guna menghentikan kekerasan. Namun tanggung jawab utama terletak di tangan pemerintah Suriah dan Presiden Assad," katanya.

Di bawah tekanan

Unjuk rasa di dekat Idlib, Suriah

Unjuk rasa menentang pemerintah terus dilancarkan seperti di dekat Idlib ini.

Wartawan BBC di Beirut Jim Muir melaporkan peringatan Kofi Annan merupakan yang paling keras sejauh ini bersamaan dengan upayanya untuk mendorong pemerintah Suriah menempuh "langkah-langkah berani" di tingkat lapangan untuk menerapkan kesepakatan damai.

Pemerintah Suriah mendapat tekanan besar dari dunia internasional setelah Dewan Hak Asasi Manusia PBB menyetujui penyelidikan atas pembunuhan massal warga sipil pekan lalu di Houla, Suriah.

Dalam kunjungan ke Beirut, Lebanon pada Jumat, Kofi Annan menyatakan rasa frustasi dan ketidaksabaran. Dia menegaskan misinya di Suriah mempunyai batas waktu.

"Dia mendapatkan tekanan dari Qatar dan negara-negara Arab lain yang menginginkan rezim Assad tumbang," lapor Jim Muir.

Sejumlah kelompok oposisi menuduh Rusia, yang disebut-sebut memasok senjata ke Suriah, memperparah suasana.

(bbc/bbc)

ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%