detikcom
Sabtu, 02/06/2012 16:28 WIB

6 Tersangka Pengeroyok Suporter Dibekuk Berkat Facebook

Ray Jordan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Facebook menjadi kunci pembuka penangkapan 6 tersangka pengeroyokan terhadap 3 suporter hingga tewas saat laga Persija melawan Persib di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta 27 Mei 2012. Ini karena pelaku pengeroyokan yang rata-rata masih remaja itu tidak tahan untuk segera menuliskan pengalaman kekerasan yang mereka lakukan.

Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengatakan, tersangka ditangkap berkat informasi yang didapat melalui jejaring sosial Facebook. Salah seorang tersangka memposting tulisan yang berisi pengakuan telah melakukan aksi pemukulan hingga berujung tewas.

"Memang ketika kejadian meninggalnya 3 orang di stadion itu, kami mendapat banyak masukan dari media maupun hasil temuan di lapangan, bahwa yang bersangkutan ada memposting di jaringan sosial," ujar AKBP Herry Heryawan saat menggelar jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (2/6/2012).

Setelah menelusuri isi postingan di jejaring sosial tersebut, lanjut Herry, polisi kemudian mencocokkan lokasi tersangka dengan tempat kejadian perkara di stadion GBK.

"Dari hasil penyelidikan, kita sesuaikan dengan sektor tempat kejadian itu, tepatnya berasal dari sektor 10. Dan di situ benar ada rombongan Bayu dan kawan-kawan yang menonton pertandingan," jelasnya.

Bayu, yang memposting tulisan tersebut, datang bersama kawan-kawannya ke stadion GBK menggunakan sepeda motor. "Lalu mereka menuju sektor 10 setelah parkir di hall basket," jelas Herry.

Dari pengakuan tersangka, Herry mengatakan, saat laga Persija melawan Persib berlangsung, tersangka sudah mulai curiga terhadap korban.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nrl/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%