Jumat, 01/06/2012 16:39 WIB

Ini Dia 10 SMP dengan Nilai UN Tertinggi di Indonesia

Dhurandhara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapat peringkat tertinggi dalam meraih nilai Ujian Nasional (UN). 10 SMP terbaik ini, terdiri dari swasta dan negeri.

10 SMP terbaik tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh dalam acara hasil ujian akhir (gabungan UN dan nilai sekolah) SMP/MTs tahun ajaran 2011-2012 di Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (1/6/2012), sebagai berikut:

1. SMP Negeri 1 Denpasar, Provinsi Bali. Jumlah peserta 238 siswa. Prosentase kelulusan 100 persen. Rata-rata nilai UN 9,65. Sekolah ini berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

2. SMP Tarbiyatul Shibiyan, Jawa Timur. Sekolah swasta dengan jumlah peserta 7 orang. Prosentase kelulusan 100 persen. Nilai rata-rata UN 9,52.

3. SMPK 8 BPK Penabur, DKI Jakarta. Sekolah swasta. Prosentase kelulusan 100 persen. Jumlah peserta 10 orang. Nilai rata-rata UN 9,49

4. SMP Negeri 1 Lamongan, Jawa Timur. Prosentase kelulusan 100 persen. Jumlah peserta 265 orang. Nilai rata-rata UN 9,47. Sekolah ini berstatus RSBI.

5. SMP Roudlotus Solihin, Jawa Timur. Sekolah swasta. Prosentase kelulusan 100 persen. Jumlah peserta 24 orang. Nilai rata-rata UN 9,47.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gus/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%