detikcom
Jumat, 01/06/2012 16:38 WIB

Ini Daftar 21 Calon Dubes yang Akan Dites DPR

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Indonesia akan mempunyai Dubes baru di sejumlah negara sahabat. Tercatat ada 21 nama yang akan menempati pos baru. Namun, mereka harus melewati fit and profer test DPR. Bila lolos dari Senayan, baru mereka bisa bertugas.

"Pada 12-13 Juni akan dilakukan fit and proper test. Jadi belum tentu lolos semua, bergantung hasil fit and proper test," jelas Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/6/2012).

Informasi yang diperoleh, dari daftar calon Dubes itu ada sejumlah nama yang cukup dikenal publik. Misalnya mantan KSAU Marsekal (Purn) Herman Prayitno, Akmil angkatan '73 dan dikenal dekat dengan Presiden SBY. Herman akan menduduki pos Dubes RI di Malaysia.

Ada juga mantan Wamen Triono Wibowo yang akan menduduki pos PTRI di Jenewa. Dan juga August Parengkuan wartawan Kompas yang akan duduk sebagai Dubes RI di Italia.

Berikut daftar 21 nama calon Dubes yang diajukan pemerintah ke DPR

1. Yordania - Teguh Wardoyo
2. Kazhakstan - Foster Gultom
3. Yunani - Benny Bahadewa
4. Slovakia - Djumantoro
5. Australia - Nadjib
6. Tanzania - Zakaria Anshar
7. Bangladesh - Iwan Wira
8. Timor Timur- Primanto
9. Pakistan - Burham
10. Afghanistan - Anshory Tadjuddin
11. Srilanka - Harimawan
12. Malaysia - Herman Prayitno
13. Ukraina - Niniek Koen
14. Italia - August Parengkuan
15. Yaman - Wajid Fauzi
16. Korsel - John Prasetyo
17. Tunisia - Ronny Prasetyo
18. Austria - Rahmat Budiman
19. PTRI Jenewa - Triono Wibowo
20. India - Rizali
21. Bahrain - Chilman Arisman



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
62%
Kontra
38%