Detik.com News
Detik.com
Kamis, 31/05/2012 20:46 WIB

Terkait Sabu 351 Kg, Petugas Bea Cukai Tanjung Priok Segera Diperiksa

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Polisi akan memeriksa petugas Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara terkait penyelundupan 1 kontainer berisi 351 kilogram sabu senilai Rp 702 miliar dari China ke Jakarta pada awal Mei 2012 lalu. Pemeriksaan digelar pekan depan.

"Minggu depan, ada beberapa orang petugas operasional akan kita periksa," kata Wakil Direktur Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Rahmat Wibowo, Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Rahmat mengatakan, pihaknya saat ini masih menyelidiki dugaan keterlibatan petugas bea dan cukai Pelabuhan Tanjung Priok.

"Karena seharusnya barang tersebut diperiksa begitu masuk pelabuhan," ungkapnya.

Nugroho mengatakan, paket yang dikemas pakan ikan Arowana ini diberangkatkan dari Guangdong, China tanggal 13 September 2011. Kemudian, pada tanggal 21 September 2011, satu kontainer berisi paket haram itu tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Karena tidak ada yang urus, oleh bea cukai dipindah ke Tempat Penimbunan Pabean (TPP)," ujarnya.

Lalu tanggal 22 Februari 2012, dua orang berinisial J dan R mengurus paket tersebut ke pelabuhan. Keduanya, mengaku disuruh oleh seorang WN Taiwan berinisial P.

"Mereka terima uang sekitar Rp 200 jutaan untuk mengurus barang tersebut," katanya.

Setelah diperiksa aparat Bea dan Cukai, tanggal 7 Mei 2012 lalu, barang itu dimasukkan ke Perumahan Mediterania Residence Blok B 8E Pantai Mutiara, Jl Samudera Raya No 1, Jakarta Utara.

"Kemudian barang itu dijemput, diambil 300 box yang ternyata sebagian ada 30 box berisi ekstasi dan isinya 68 aquarium," pungkasnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
MustRead close