detikcom
Kamis, 31/05/2012 18:08 WIB

Polisi Sita Puluhan Air Soft Gun Tanpa Izin dari 2 Anggota Perbakin

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Puluhan airsoft gun laras panjang beserta ratusan peluru senjata tajam berbagai jenis disita Bareskrim Mabes Polri dari dua orang kolektor. Penangkapan dilakukan karena tidak adanya izin yang dipegang lima orang tersebut atas kepemilikan senjata airsoft gun.

"Atas laporan mayarakat dilakukan penangkapan terhadap dua orang yang diduga menyimpan dan memiliki senjata api tanpa ijin," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Dua orang tersebut adalah TK dan YK. "Keduanyanya adalah anggota Perbakin," kata Saud.

Dari tangan TK polisi menyita 1 unit airsoft gun AK-47, 1 Stayer AU, senapan angin gas jenis Stayer LG - 110 buatan Austria, 1 senapan angin Airforce R-0401, 1 unit senjata api kaliber 30 jenis jungle, 1 unit senjata api kaliber 22 jenis rudger model 11022 model kardin, 1 unit senjata api kaliber 22 merek bruno warna coklat, 1 unit senjata jenis kaliber 22 merek bruno warna loreng lengkap dengan peredam peredam.

Selain menyita senjata, polisi juga menyita 740 butir peluru tajam kaliber 22, 100 peluru karet 9 mm, 342 butir peluru tajam kaliber 223, 437 butir peluru tajam kaliber 308, 2 butir peluru tajam kaliber 30 jungle, 2 kotak peluru airsoft ukuran 4 mm, 1 kotak gas Co2, serta 1 butir peluru latihan kering.

"Sebagian masih ada yang dipajang di gudang dan sudah di garis polisi," ujarnya.

Dari tangan YK polisi menyita senjata angin kaliber 4,5 milimeter, 1 buah senapan angin merk airforce warna kombinasi hitam model R0901 buatan amerika, 1 buah senapan angin merek airarms 5 mm warna coklat, 1 buah senapan angin merk airsumatra 35 mm.

Selain TK dan YK, polisi berhasil mengembangakn dan memeriksa 3 orang lainnya terkait kepemilikan senjata api.

"Dari hasil penangkapan TK alias G ini, kemudian dikembangkan, kita memeriksa 3 orang lainnya, dan juga menyita berbagai senjata api dan air softgun," papar Saud.

Pelaku dijerat tindak pidana sebgaimana diatur dalam Undang-undang darurat No 12 tahun 1951. Penangkapan sendiri dilakukan Kamis (31/5) pagi di tempat terpisah, yaitu di sebuah apartemen di Jl KH Mas Mansyur, Tangerang, Fatmawati, Jembatan 5, dan Pancoran

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
MustRead close